Sunday, January 29, 2012

Era Internet: Beberapa Bisnis Model Surat Kabar

Artikel The Economist ini cukup menarik. Ia mengulas tentang bagaimana bisnis model surat kabar di era internet, era ketika pendapatan dari sirkulasi menyusut dan kue iklan terus merosot, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.

Tahun 1833, ketika surat kabar Sun terbit pertama kali di New York, bisnis model surat kabar berubah drastis, suatu bisnis model yang terancam bubar pada era internet setelah bertahan lebih 150 tahun.

Sun menjual koran seperenam lebih murah dari koran terdahulu. Surat kabar kriminal dan human interest story ini mendorong pertumbuhan sirkulasi dan berharap pada pendapatan iklan. Model bisnis inilah yang bertahan sampai kemudian internet menghancurkannya.

Internet menyerang dua sisi pendapatan dari model bisnis ini: sirkulasi dan iklan sekaligus. Masalahnya, menurunnya pendapatan iklan dan sirkulasi tidak sebesar pertumbuhan iklan online. Kalau pun tumbuh, iklan online tidak lari ke website surat kabar melainkan ke website populer seperti Google dan Facebook.

Pertanyaannya, bagaimana bisnis model surat kabar di era internet? Macam-macam dan semua masih dalam tahap uji coba, belum ada yang benar-benar meyakinkan.

Bisnis model baru itu kira-kira begini:
1. Koran gratis, pendapatan dari iklan
2. Koran tutup, sepenuhnya masuk ke online
3. Koran tetap jalan, online mulai digarap tapi akses berita sepenuhnya gratis
4. Koran jalan, online berbayar (berbayar seluruhnya, sebagiannya saja, atau beberapa berita saja yang gratis)
5. Koran jalan, online jalan, gali sumber pendapatan lain (menggarap event, misalnya).


Selengkapnya:

http://www.economist.com/node/18904178


Sent from my iPad

1 comment:

  1. Cara The Atlantic menyiasati era internet
    http://www.dahlandahi.com/2012/01/kasus-atlantic-bagaimana-media-print.html

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...