Dahlan Dahi
Saya membaca laporan Tribunnews.com mengenai Iwan Sunito. Kisah Iwan Sunito inspiratif, terdiri atas sembilan seri.
Iwan Sunito mirip kisah di film-film: lahir dan besar di kampung (pedalaman Kalimantan), tidak cemerlang di sekolah (malah sempat tidak naik kelas sewaktu di SMA), kemudian menjadi pengusaha properti sukses di Australia.
Perusahaannya, kemudian bernama Crown Group, membangun sejumlah apartemen, melakukan akuisisi, dan menjadi bisnis bernilai triliunan rupiah.
Sukses itu, seperti tercermin dari Iwan Sunito, bermula dari pandangan terhadap hidup. Apa yang kita pikirkan, pada dasarnya, itulah kita. Anda adalah apa yang Anda pikirkan.
Ini, antara lain, pandangannya yang saya temukan di akun twitternya, @iwansunito:
Kalau anda ingin mendapat sesuatu yang anda belum pernah dapat, Cobalah mengerjakan dengan cara yang berbeda
Tujuan tidak berubah. Yang berubah hanyalah caranya. Gagal di satu jalan bukanlah kiamat sebab masih ada jalan lain yang, siapa tahu, itulah jalan menuju sukses.
Iwan Sunito juga menulis begini:
Take risks: If you win, you will be happy; if you lose, you will be wise.
Dalam setiap tahapan langkah kita, tidak ada yang sia-sia. Bahkan di kubangan kegagalan --dan malapetaka-- kita menemukan pelajaran.
Ambillah risiko: Jika Anda menang, Anda akan senang tapi jika Anda gagal setidaknya Anda akan menjadi lebih bijak.
Di bangku sekolah, Iwan Sunito mula-mula menemukan penjara. Guru-guru mendikte, menularkan dogma, membunuh pikiran bebas.
Semua berubah ketika Iwan Sunito kuliah di Australia. Di Negeri Kanguru ini, katanya, guru-guru mendorong mahasiswa untuk bertanya.
Bertanya adalah awal mula kehidupan. Kita mulai mencari setelah bertanya.
Baca kisah Iwan Sunito di Tribunnews.com.
Lihat Juga:
Saya membaca laporan Tribunnews.com mengenai Iwan Sunito. Kisah Iwan Sunito inspiratif, terdiri atas sembilan seri.
Iwan Sunito mirip kisah di film-film: lahir dan besar di kampung (pedalaman Kalimantan), tidak cemerlang di sekolah (malah sempat tidak naik kelas sewaktu di SMA), kemudian menjadi pengusaha properti sukses di Australia.
Perusahaannya, kemudian bernama Crown Group, membangun sejumlah apartemen, melakukan akuisisi, dan menjadi bisnis bernilai triliunan rupiah.
Sukses itu, seperti tercermin dari Iwan Sunito, bermula dari pandangan terhadap hidup. Apa yang kita pikirkan, pada dasarnya, itulah kita. Anda adalah apa yang Anda pikirkan.
Ini, antara lain, pandangannya yang saya temukan di akun twitternya, @iwansunito:
Kalau anda ingin mendapat sesuatu yang anda belum pernah dapat, Cobalah mengerjakan dengan cara yang berbeda
Tujuan tidak berubah. Yang berubah hanyalah caranya. Gagal di satu jalan bukanlah kiamat sebab masih ada jalan lain yang, siapa tahu, itulah jalan menuju sukses.
Iwan Sunito juga menulis begini:
Take risks: If you win, you will be happy; if you lose, you will be wise.
Dalam setiap tahapan langkah kita, tidak ada yang sia-sia. Bahkan di kubangan kegagalan --dan malapetaka-- kita menemukan pelajaran.
Ambillah risiko: Jika Anda menang, Anda akan senang tapi jika Anda gagal setidaknya Anda akan menjadi lebih bijak.
Di bangku sekolah, Iwan Sunito mula-mula menemukan penjara. Guru-guru mendikte, menularkan dogma, membunuh pikiran bebas.
Semua berubah ketika Iwan Sunito kuliah di Australia. Di Negeri Kanguru ini, katanya, guru-guru mendorong mahasiswa untuk bertanya.
Bertanya adalah awal mula kehidupan. Kita mulai mencari setelah bertanya.
Baca kisah Iwan Sunito di Tribunnews.com.
Lihat Juga:
No comments:
Post a Comment