Showing posts with label Newsmedia. Show all posts
Showing posts with label Newsmedia. Show all posts

Wednesday, December 18, 2013

Mengapa Social Media Harus Ditempatkan sebagai Domain Sendiri, Bukan Online?


Pengelola surat kabar seringkali membagi media massa sebagai print, online, radio, dan televisi. Masing-masing media memiliki karakter sendiri, keterampilan sendiri, tipikal audiens yang berbeda. Juga cara monetize-nya, cara mencari uangnya.

Di mana letaknya social media? Seringkali diletakkan ke domain online. Itu untuk merujuk pada portal berita, social media, dan epaper (digital).

Saya rasa, seiring dengan perkembangan masing-masing platform, social media dan digital harus ditempatkan pada domain yang berbeda.

Social media (umumnya soal Facebook dan Twitter) memiliki logikanya sendiri. Pengelola media massa membangun reach (jangkauan) melalui penambahan Facebook Like dan Twitter follower serta bagaimana menerapkan strategi cross media antara print dan online.

Jelas sekali, "ilmu" untuk mengelola social media berbeda dengan portal berita. Di portal berita, misalnya, Anda harus memahami SEO, search engine optimization --ilmu yang tidak terlalu diperlukan di social media.

Artinya, ahli mengelola portal belum tentu ahli di social media. Ilmunya berbeda. Literaturnya berbeda.

Sama juga, ilmu dan literatur mengelola televisi berbeda dari ilmu mengelola surat kabar. Domainnya beda.

Digital adalah soal yang berbeda lagi. Bagaimana meningkatkan visitor epaper, misalnya, berbeda dengan portal. Visitor Epaper sulit bertambah hanya dengan ahli soal SEO. Bagaimana me-monetize juga berbeda dari portal.

Di Epaper, iklan Google Adsense, misalnya, tidak bisa masuk secara leluasa ke sana. Ilmunya berbeda.

Versi Epaper atau Digital mengenal newsstand sebagai kanal distribusi. Portal berita dan social media tidak.

Jadi, mestinya media massa dibagi atas print, online, social media, digital, televisi, dan radio.

Saya menulis uraian tersebut berdasarkan pengalaman mengelola portal berita TRIBUNnews.com Network dan terutama setelah membaca artikel yang dimuat TRIBUNnews.com berikut:

9 Jurnalisme Twitter Kalahkan Media Massa


TRIBUNNEWS.COM - Kiriman informasi yang berasal dari para pengguna twitter di seluruh dunia, kerap kali mengalahkan kecepatan penyajian berita di media massa baik itu televisi, online, radio apalagi untuk berita versi cetak.

Wajar karena informasi yang ditulis itu bisa dibuat oleh siapapun tanpa harus terbentur oleh etika jurnalistik. Sehingga tak jarang banyak informasi hoax atau bohong yang menyebar di dunia sosial. Selain itu, kecepatan menulis tweet juga tidak serumit menulis berita yang harus memerlukan konfirmasi mengenai fakta yang terjadi di lapangan.

Namun, sembilan tweet berikut, benar-benar menyajikan peristiwa dan fakta yang mengalahkan kecepatan berita di media dalam hal menyajikan informasi. Semua tweet ini ditulis oleh orang yang mengalami langsung peristiwa tersebut dan saat itu juga. Beberapa diantaranya bisa menjadi berita kategori ekslusif untuk media.

1. Pengumuman Royal Weeding
16 november 2010 pukul 6.04 pagi, akun twitter @clarenceHouse untuk pertama kalinya mengumumkan tentang perhelatan akbar pernikahan kerajaan inggris.

2. Gempa Bumi di China
Akun Twitter @dtan untuk pertama kalinya menyebarkan informasi mengenai peristiwa gempa bumi yang menghantam China. Tweet tersebut dikirimkan pada tanggal 12 Mei 2008 pada pukul 1.37 siang. "EARTHQUAKE in Beijing?? Yup...@keso I Felt it too!!" demikian isi tweet tersebut sementara saat itu belum ada satu pun media yang memberitakan peristiwa tersebut. Bahkan tweetnya ini lebih cepat dari informasi resmi yang dilaporkan oleh United States Geological Survey. Si pemilik akun, saat itu terus mengirimkan tweet yang ia peroleh dari para korban di lapangan.

3. Kematian Whitney Houston
Akun Big Chorizo yang beralamat di @Chilemasgrande menjadi orang pertama yang menuliskan informasi tentang kematian diva pop dunia Whitney Houston. "My sources say Whitney Houston found dead in Beverly hills hotel..Not in the news yet!!" demikian isi tweet yang dikirimkan pada 12 Februari 2012 pada pukul 7.30 pagi. Selain menginformasi berita kematian Whitney yang ia peroleh dari sumbernya, ia juga memastikan bahwa informasi tersebut belum disiarkan oleh media manapun.

4. Kecelakaan pesawat di Sungai Hudson
Ini merupakan contoh nyata bagaimana jurnlisme publik begitu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyebaran informasi. Kecelakaan pesawat yang terjadi di Sungai Hudson, kali pertama dilaporkan oleh pengguna twitter yang beralamat di @jkrums. Ia juga menyertakan foto yang diambil langsung dari tempat kejadian. "There's plane in the Hudson. I'm on the ferry going to pick up the people. Crazy" tulisnya dalam tweet yang dikirimkan pada tanggal 15 Januari 2009 pada pukul 8.36 malam.

5. Talkshow kandidat calon presiden Newt Gingrich's
Newt Gingrich's mengumumkan jadwal talkshow dirinya terkait pencalonannya sebagai Capres Amerika Serikat dari Partai Republik. Tweet dikirimkan olehnya pada tanggal 9 Mei 2011.

6. Penangkapan Osama bin Laden
Tweet ini sempat menggemparkan dunia lantaran menguak apa yang sebenarnya tengah terjadi di Abbottabad pada pukul satu dinihari. Ia membuat live-tweet mengenai penangkapan yang dilakukan oleh tim elit rahasia Navy Seal ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian gembong teroris paling dicari tersebut. Hebatnya, tweet pertama yang ia kirimkan ini sembilan jam lebih cepat sebelum seluruh media di dunia ini ramai memberitakannya. "Helicopter hovering above Abbottabad at 1Sm (is rare event)" demikian isi tweet yang ia kirimkan pada tanggal 2 Mei 2011 pada pukul setengah tiga dinihari.

7. Pemboman Boston
Berita mengerikan terkait pemboman di acara lari marathon di Boston pertama kali disampaikan oleh seseorang yang berada tak jauh dari garis finish. Saat itu ia mengunggah foto ledakan tak lama setelah terjadi pemboman tersebut. Sayangnya, kemudian infomasi itu banyak simpang siur. Tak sedikit diantaranya yang meretweet informasi yang salah.

8. Gempa bumi di Virginia
Informasi gempa bumi yang menghantam Virginia pada 24 Agustus 2011 dengan cepat menyebar di twitter. Kali pertama, informasi ini disebarkan oleh Andi Carvin yang beralamat di @acarvin dari Washington DC. Tweet ini lebih cepat 30 detik sebelum orang-orang di New York merasakan rambatan gempa itu sendiri dan tentu saja, tweet ini menjadi yang pertama sebelum ada satu media pun yang memberitakannya. Setelah itu, atau sekitar satu menit setelah gempa, sudah ada sekitar 40 ribu tweet yang tersebar di twitter.

9. Pengumuman IPO twitter
Twitter mengumumkan penawaran umum saham perdananya atau IPO pada 13 September 2013 pukul empat dini hari. Tweet ini dibuat lebih cepat daripada informasi resmi yang mereka keluarkan melalui siaran pers.(mashable)


Cerita Lain soal NEWMEDIA

Thursday, September 19, 2013

BBM di iPhone dan Android: Selamat Tinggal BlackBerry?

JELAS, ini kabar baik. Aplikasi BlackBerry Messenger atau BBM yang populer itu akhirnya bisa dinikmati pengguna handphone non-BlackBerry, yakni pengguna sistem operasi iOS (iPhone) dan Android (misalnya, bekerja pada Samsung).

Berikut kabar baik itu, dikutip dari Tribunnews.com:


TRIBUNNEWS.COM - Kabar baik dari BlackBerry. Pengguna sistem operasi iOS (Apple) dan Android (Google) sudah bisa mendownload aplikasi BlackBerry Messenger atau BBM.

"Dengan lebih dari satu miliar ponsel Android, iOS, dan BlackBerry yang beredar di pasaran, dan tidak adanya platform mobile messaging yang sangat dominan, ini benar-benar waktu yang tepat untuk membawa BBM ke pengguna Android dan iPhone," kata Wakil Presiden Eksekutif BlackBerry Messenger Andrew Bocking seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Lalu, kapan pengguna di Indonesia bisa mengunduh BBM di Android dan iPhone?

Berdasarkan keterangan resmi dari BlackBerry, BBM sudah bisa diunduh (download) dari toko aplikasi Google Play Store pada hari Sabtu tanggal 21 September 2013, pukul 07.00 pagi waktu Eastern Day Time (EDT).

Artinya, aplikasi tersebut seharusnya telah tersedia untuk pengguna Android di Indonesia pada hari Sabtu, 21 September 2013, pukul 18.00 WIB.

Jadwal ketersediaan BBM untuk iOS terpaut satu hari dan akan mulai tersedia secara global di toko aplikasi App Store pada Minggu, 22 September 2013, pukul 00.01 waktu setempat.

Selain dari Google Play dan App Store, peminat juga bisa memperoleh aplikasi BBM untuk Android dan iOS dari situs resmi BlackBerry di www.bbm.com.

Aplikasi BBM bisa berjalan di iPhone dengan sistem operasi iOS versi 6/7 atau Android Ice Cream Sandwich dan Jelly Bean (Android 4.x).

Pengguna Android dan iPhone dapat memanfaatkan BBM untuk mengirim pesan teks, foto, voice note, serta membuat grup diskusi berisi 30 kontak.

Pertanyaannya, apakah pengguna iOS atau Android tidak perlu menggunakan BlackBerry?

BlackBerry sangat laris di Indonesia, salah satu pasar BlackBerry terbesar di dunia, karena bisa mengganti peran SMS lewat BlackBerry Messenger atau BBM.

Paket pulsanya kurang dari Rp 50 ribu pun bisa, sehingga membuat BlackBerry menjadi handphone "sejuta umat".

Terlebih lagi, BlackBerry dalam paket pulsa murah itu bisa main Facebook dan Twitter.

Bagi kaum profesional, BlackBerry juga menarik karena push mail-nya. Pengguna bisa menerima email real time, dengan nyaman dan ringan.

Masalah terbesar BlackBerry bagi kaum profesional adalah browsing internet. Font hurufnya sangat kecil, kadang-kadang sangat lelet, interface yang miskin vitur. Pengalaman browsing justru lebih bagus di iPhone ataupun gadget lain yang mengusung sistem operasi Android dari Google seperti Samsung.

Instant messaging di iPhone dan Android bisa melalui KakaoTalk, WhatsUp, Line. Tapi pengguna dan komunitasnya tidak sebesar BlackBerry Messenger.

Untuk urusan email, iPhone dan Android sekarang lebih baik dari BlackBerry. Jadi, satu-satunya andalan BlackBerry tinggal BlackBerry.

Kalau sekarang BlackBerry Messenger sudah bisa beroperasi di iPhone dan Samsung, pertanyaannya, masih perlukah BlackBerry?

Beberapa teman sudah lama meninggalkan BlackBerry sejak WhatsUp, Line, dan KakaoTalk bisa menggantikan fungsu BlackBerry Messenger.

Saya termasuk yang belum. Saya ingin lihat apakah BlackBerry Messenger bisa bekerja dengan baik di iPhone 5. Kalau ya, saatnya mengurangi isi kantong. Satu handphone saja rasanya lebih masuk akal dari segi apapun.

LIHAT JUGA:
Internet User di Indonesia 2015 Diperkirakan 125 Juta
Key Facts Nilai Transaksi Iklan Online di Indonesia

Friday, August 23, 2013

Membangun Merek Pribadi, Brand Yourself

Seperti apa reputasi Anda di dunia online? Bagaimana cara membangun reputasi itu?

Demikianlah pertanyaan yang hendak dijawab salah satu produk di internet bernama Brand Yourself.

Program itu sepertinya berbayar dan saya tidak sedang menjual produk mereka.

Bagaimanapun, Brand Yourself mengingatkan saya untuk, hei, hati-hati, nama Anda bisa dicari Google. Mesin pencari itu bisa menemukan Anda.

Lewat apa? Lewat kata-kata dan foto diri yang kita masukan pada saat memasukan identitas di akun social media seperti Facebook, Twitter, Pinterest, Path, Google+.

Apakah Anda mencantumkan tanggal lahir? Jika ya, social media akan memberi tahu dan me-reminder semua teman mengenai kapan kita ulang tahun.

"Brand" pribadi juga bisa terlacak melalui komentar atau postingan di situs jejaring sosial tersebut --termasuk di blog.

Seperti apa foto diri Anda di internet? Sedang tersenyum atau nampak sedang ramah? Seperti itulah reputasi kita di internet.

Sebagian besar kontrol berada di tangan kita.

Jadi, kitalah yang menentukan ingin dikenal seperti apa, ingin dikenal sebagai apa. Itulah yang disebut sebagai online reputation.

Coba tulis nama Anda di kotak pencarian Google. Apa yang disajikan Google adalah apa yang orang lain (user internet) tahu tentang Anda.

Pada level yang sangat sederhana, data-data yang dimasukan saat mendaftar di akun social media adalah data KTP kita di negeri online.

Google dan Facebook, misalnya, bekerja berdasarkan identitas KTP itu.

Hasil pencarian Google mencoba lebih personal untuk meningkatkan relevansi dengan user. Nah personalisasi itu berdasarkan apa yang bisa diidentifikasi Google berdasarkan "KTP online" kita.

Facebook memberi saran siapa saja teman potensial kita juga berdasarkan "KTP online".

Apa yang masuk begitu pula yang keluar. Demikian itulah cara kerja "brand yourself" di dunia online.

APA YANG BARU DI SOCIAL MEDIA?

Tuesday, August 20, 2013

Alamat RSS Feed Portal Berita: Satu Website Semua Berita Update






TweetDeck menjawab pertanyaan, bagaimana caranya, ya, memonitor aktivitas sosial media dengan multi akun dan pada saat yang sama memonitor "mention" atau komentar terhadap kita atau merek kita.

Ada banyak produk social media monitoring seperti itu. Sebagian berbayar, lainnya gratis saja.

Yahoo News sebetulnya muncul dengan solusi yang sama. Bagaimana memonitor semua berita dari website-website favorit dengan hanya membuka satu portal Yahoo.

Alltop mencoba pendekatan yang sama. Bedanya, Alltop mencoba mengatasi kelemahan search engine Google.


Blabladulu.blogspot.com, pada skala yang masih terbatas, mencoba cara berpikir Alltop dan Yahoo News. Gimana, ya, caranya cukup membuka satu website sudah bisa memonitor perkembangan berita-berita terbaru dari situs-situs berita favorit. Pertanyaan itulah yang dicoba dijawab blabladulu.blogspot.com.

Alltop ada di Amerika Serikat, jadi tidak menjawab kebutuhan Indonesia. Sedangkan Yahoo News tidak menyajikan berita dari detik.com dan kompas.com.

Blabladulu.blogspot.com coba mengumpulkan alamat RSS feed portal berita di Indonesia. Dengan RSS feed, blogspot.com bisa membantu Anda terus mengupdate berita dari satu pintu, satu alamat (URL) website.


TREND Social MEDIA

Alamat RSS Feed TRIBUNnews.com Network 

Cara Gampang Memasang RSS Feed di Blog

 

Saturday, March 2, 2013

Harga BlackBerry Z10, Antara Galaxy III dan iPhone 5

Dahlan Dahi

Seorang penjual BlackBerry memakai iPhone 5.

"Saya lagi menunggu BlackBerry Z10," kata dia, sambil memperlihatkan "handphone kedua-nya", BlackBerry jadul yang sudah tergores kiri-kanan.

Di Indonesia, rata-rata memakai BlackBerry sebagai handphone utama. iPhone, Nokia, atau Samsung sebagai handphone kedua.

Kawan saya, seorang Tionghoa yang biasa bolak-balik Singapura, sebaliknya. Dia memakai iPhone sebagai ponsel utama sedangkan BlackBerry usang sebagai handphone kedua, persis penjual handphone di atas.

Kenapa bisa begitu?

Bagi yang rajin browsing internet, BlackBerry menjengkelkan. Kira-kira dia sama dengan mesin ketik ketika orang-orang sudah menggunakan komputer.

Urusan browsing lebih nyaman dengan iPhone atau Samsung.

Itulah mengapa iPhone atau Samsung menjadi handphone utama. BlackBerry hanya diperlukan untuk BBM-an saja. Karena kebanyakan teman memakai BBM.

Kenalan lain, seorang penggiat salah satu browser yang melek teknologi, berani meninggalkan BlackBerry. Untuk komunikasi layaknya BBM-an dia memakai email.

Itulah konteksnya kenapa saya menunggu BlackBerry Z10. Konon, BlackBerry Z 10 ini loncatan teknologi dari sisi sistem operasi, bukan sekadar tampilan saja.

BlackBerry Z10 dimaksudkan sebagai handphone yang juga nyaman untuk browsing, layaknya iPhone atau Galaxy S III.

Lalu muncul berita TRIBUNnews.com seperti ini:

"BlackBerry akan merilis ponsel pintar andalannya, BlackBerry Z10, pada 4 Maret mendatang di Indonesia. Menjelang tanggal peluncurannya, bocoran harga BlackBerry Z10 sudah mulai tersiar.

Seorang sumber tepercaya mengatakan bahwa BlackBerry Z10 akan dijual di Indonesia seharga Rp 6.999.000. Harga ini lebih mahal ketimbang Samsung Galaxy S III, tetapi masih di bawah harga iPhone 5.

Harga BlackBerry Z10 di Indonesia tidak jauh beda dengan di Singapura, sekitar Rp 7,2 juta, dan di Malaysia sekitar Rp 6,84 juta."

Dari sisi harga, wow, menarik juga. Dengan masuk di level harga iPhone dan Galaxy S III, bolehlah kita coba untuk membandingkan keandalannya.(*)

Tentang harga BlackBerry Z10 dan rencana peluncurannya, lihat TRIBUNnews.com

Wednesday, February 13, 2013

Online Shopping Ala India: Anggotanya di Facebook 1,9 Juta

Dahlan Dahi

Bila Anda hendak membuat online shopping melalui Facebook, ada bagusnya mempelajari Yepme Shopping dari Indonesia.

Halaman (page) Facebook Yepme memiliki anggota (Facebook Like) hingga 1,9 juta orang per 13 Februari 2013.

Aneka produk fashion mulai dari pakaian hingga aksesories dijajakan di Yepme Shopping.

Silakan cek di Yepme Shopping!



Lihat Juga:
Akun Facebook Jual Beli: Dari Motor Hingga Kamera dan Handphone



Sunday, February 3, 2013

Akun Twitter: Cara Mengecek Kualitas Follower

Dahlan Dahi


INI penting bagi Anda yang menggunakan Twitter sebagai tools untuk promosi berbayar.

Jumlah follower tentu saja penting untuk mengukur seberapa banyak audience yang Anda bisa jangkau.

Di media cetak, TV, dan radio, alat untuk mengukur audience, pembaca, atau pemirsa sudah disediakan Nielsen Media Research (NMR).

Website diukur dengan ComScore, Effective Measure, Google Analytics, dan Alexa.

Bagaimana dengan Twitter? Ya, simple saja, jumlah follower suatu akun.

Cuma, harap jangan gampang terkecoh. Jumlah follower bukanlah angka sebenarnya yang bisa Anda jangkau.

Bagaimana kalau di antara follower itu ada akun palsu (fake), ada akun tidak aktif? Bila ada, ya, iklan Anda tidak bisa menjangkau follower dengan kualitas tersebut.

Nah, bagaimana cara mengecek kualitas follower? Internet menyediakan tools-nya. Silakan cek di fakers.statuspeople.com.

Langkah pertama, beri otoritas ke Statuspeople.com ke akun Twitter yang hendak Anda cek. Klik, dan Anda akan di antar ke laman berikutnya. Lalu masukan nama akun Twitter yang hendak Anda cek. Misalnya @dahlandahi.

Tunggu sebentar. Biarkan Statuspeople.com bekerja beberapa saat. Setelah itu, Statuspeople.com akan memberikan Anda laporannya.

Laporan dibagi tiga kualitas follower: fake (palsu), inactive (tidak aktif), dan good (bagus).

Kemungkinan besar, iklan Anda hanya akan sampai kepada akun yang kualitasnya good.



Baca Juga: 

Bisnis Jual Beli Akun Twitter
Bisnis Jual Beli Akun Facebook





Saturday, January 26, 2013

Penculikan Anak Tiri Nassar KDI: Foto-foto Dicari di Internet

Dahlan Dahi


DRAMA penculikan sembilan hari terhadap Siti Nurjanah Putri Muzdalifah alias Nana, putri tiri Nassar KDI, berakhir Sabtu (26/1/2013) sekitar pukul 03.00 WIB.

Polisi menggerebek lokasi persembunyian penculik yang sempat meminta tebusan hingga Rp 4 miliar di sebuah rumah kontrakan.

Fadlun Haryanto, anak muda berusia 29 tahun, ditangkap polisi sementara seorang rekannya kabur.

TRIBUNnews.com mewawancarai Fadlun. Salah pengakuannya adalah mengenali foto calon korban yang akan diculik, Nana, dengan cara browsing di internet (lihat beritanya di TRIBUNnews.com).

Memang sangat gampang mencari foto atau keterangan di internet, apalagi menyangkut orang terkenal.

Modal penculik cukup namanya. Coba masuk ke Google, lalu masukan kata kunci "Siti Nurjanah Putri Muzdalifah alias Nana". Setelah itu klik menu "Images". Seketika itu juga muncul foto-foto Nana.

"Saya browsing di internet, cari tahu anaknya. Kan banyak di internet fotonya," begitu TRIBUNnews.com mengutip Haryanto.

"Pria ini sepertinya sangat familiar dengan dunia maya. Ia tak membutuhkan waktu lama untuk menemukan wajah Nana di internet," tulis TRIBUNnews.com.

Liputan Khusus Penculikan Putri Nassar KDI




Saturday, January 19, 2013

A Rafiq Meninggal Dunia: Kata Kunci Populer Saat Ini

Dahlan Dahi

Penyanyi dangdut legendaris Indonesia, A Rafiq, meninggal dunia karena sakit jantung, Sabtu (19/1/2013) di Jakarta.

Dalam tempo sekejab, berita meninggalkan A Rafiq beredar di social media, Twitter dan Facebook, bahkan ketika media mainstream belum mendapatkan secuil informasi pun.

Beberapa menit setelah ramai di Twitter, barulah media-media mainstream memberitakannya.

Ada juga yang mencarinya di Google. Postingan berita atau laporan mengenai A Rafiq meninggal demikian cepat sehingga tempo singkat, kurang dari satu jam, kata kunci "A Rafiq meninggal dunia" langsung mencatatkan 160.000 search results di Google. 

Saturday, January 5, 2013

Majalah Forbes di App Store

Dahlan Dahi

Pengguna iPad  sudah bisa membeli majalah Forbes melalui App Store. Ini merupakan terobosan majalah ekonomi terkemuka itu menghadapi trend digital yang semakin kuat.

Satu edisi dihargai 5,99 dolar AS, tapi bila membeli dua edisi maka edisi berikutnya dihargai hanya 2,99 dolar AS. Langganan tahunan 29,99 dolar AS.

Selengkapnya di TRIBUNnews.com 

Thursday, January 3, 2013

Nilai Transaksi Online Tokobagus.com

Dahlan Dahi

Tokobagus.com, salah satu pelopor website iklan online, mencatatkan nilai transaksi online melalui portal itu mencapai Rp 1,4 triliun hingga awal 2011.

Presiden Direktur Tokobagus.com, Arnold Sebastian, mengatakan, pertumbuhan pengguna iklan di situs terus tumbuh. Hal ini dikarenakan proses yang diperlukan lebih mudah. Masyrakat juga banyak yang memanfaatkan jalur internet sebagai pusat informasi perdagangan.

"Pertumbuhannya bisa dikatakan 300 persen, kalau sekarang transaksi sekitar Rp 1,.4 triliun, sampai akhir tahun saya kira jumlah transaksi akan cepat berkembang," ujar Arnold, usai mengikuti acara talkshow di Garden Palace Hotel, Kamis (31/5/2012) (lihat surya.co.id).

Tokobagus.com melayani pemasangan iklan online. Sebagai portal iklan online, Tokobagus.com menjembatani penjual dan pembeli. Transaksi dilakukan langsung oleh pembeli dan penjual. (*)
 
 

.
 

Tuesday, August 7, 2012

Top Global Brand di Kuasai Perusahaan Internet dan Komputer: Google, Apple, Amazon

Dahlan Dahi 




Perusahaan komputer Korea Selatan, Samsung, berada di nomor enam dan menjadi satu-satunya perusahaan non-Amerika yang berada dalam daftar 10 besar Top Global Brand.


Sumber: TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan raksasa mesin pencari, Google, mampu menempatkan perusahaan itu pada posisi nomor satu Top Global Brand.

Hal itu berdasarkan studi General Sentiment’s Global Brands Report for Q2 2012, seperti dilaporkan Mashable.

Top Global Brand diukur dari Impact Media Value dengan memperhitungkan nilai dolar pada buzz mengenai perusahaan di berita online dan social media.

Google mencatat nilai 756.6 juta dolar dalam nilai merek (brand value), mengalahkan Apple yang semula di posisi pertama. Apple mendapatkan nilai 594.3 juta dolar.

Perusahaan software Microsoft berada di posisi ketiga dengan nilai merek 356.4 juta dolar.
Perusahaan lain yang masuk dalam 10 besar Top Global Brand adalah Amazon.com, Hewlett-Packard, Samsung, Sony, Disney, FedEx, dan Yahoo.(*)

Laporan Sebelumnya: Olimpiade No 2, Apple No 1 Google No 3

Lihat Juga
Cara Melihat Mars di Google Earth
Impian Steve Job yang Tak Kesampaian: Mobil Pintar


 

Friday, July 27, 2012

Bagaimana Tumblr Menemukan Inspirasi

Dahlan Dahi

Perkakas social media, Tumblr.com, ditemukan oleh David Karp, yang meninggalkan bangku SMA pada usia 15 tahun.

Pemuda New York ini mencoba menjembatani kekurangan Flickr, Delicious, dan WordPress.

Didirikan pada 2007, Karp mengabungkan text, foto, video, dan audio dalam satu domain.

Tumblr sekarang memfasilitasi 65,6 juta blog.

Cerita selengkapnya dari Mashable.com:

While Twitter and Facebook rule from the West Coast, microblogging site Tumblr — and its founder, David Karp — have been born and bred in New York City. And in many ways, the Big Apple shaped what the company has become.

Though it had just 170,000 users in 2008, Tumblr has matured in Silicon Alley, buttressed by a New York-centric creative audience and a growing new media economy. Today, Tumblr hosts 65.6 million blogs, which contain 27.9 billion posts; the company’s mantra is, “Follow the world’s creators.”

And David Karp is quite the creator himself.

“I was a pretty Internet-savvy kid growing up,” says Karp, who left high school at 15. “Internet savvy” is an understatement. Karp began interning for animation producer Fred Seibert at age 14, and then worked as a software consultant for UrbanBaby — both positions offered him experience and knowledge he likely couldn’t have gained in high school.

As for why he started Tumblr in 2007, Karp says he felt limited by specialized tools, such as Flickr and Delicious, but was impressed by blogging platforms, like WordPress. Tumblr was created to bridge these two genres — it allows photos, text, video and audio to live together under one domain, in a streamlined, easy-to-use interface.

“Left alone with it, millions of people do some pretty remarkable stuff,” says Karp.

Thursday, July 26, 2012

Proses Kreatif: Pengalaman Viddy.com

Dahlan Dahi

BANYAK yang bingung bagaimana memulai sebuah ide. Kisah viddy.com adalah salah satu contoh proses kreatif yang memberi inspirasi.

Dimulai dari kesulitan pribadi. Lalu mencari solusi. Dan lahirlah produk berdasarkan solusi masalah nyata sehari-sehari.

Berbagai peralatan (devices) memungkinkan setiap orang merekam gambar untuk sebuah video. Bagaimana mengambil gambarnya, mengeditnya agar ringan di-upload dan ringan pula diakses. Pertanyaan itulah yang melahirkan viddy.com.

Ide "sederhana" itu melahirkan satu situs social media dengan 37 juta register user. Itu lebih banyak dari register user Instagram ketika dibeli Facebook 1 miliar dolar AS.

Cerita selengkapnya di sini:

Sumber: Mashable.com

The mobile social video space is touted as one to keep an eye on, with various services springing up that make sharing and watching short clips as easy and addictive as Instagram is for still photos.

Viddy, a two-year-old, 20-strong startup based out of Los Angeles, has recently emerged as one of the potentially big players in this market.

Currently offering an iPhone app and web platform, the social service is growing fast and has ambitious plans for the future, including expansion onto other mobile platforms. We spoke to one of the co-founders, JJ Aguhob, president of Viddy, to find out more.

The Viddy concept came about when Aguhob spotted a gap in the mobile social video market, an idea that he explains was “borne out of frustration.”

“During the summer of 2010, I was travelling with my friends and shooting a lot of really great videos, but the process of creating and sharing videos to the people I wanted to share with was extremely laborious and time consuming. I would take cameras with me, go and shoot a lot of footage, splice them up in Final Cut and then share them through my .Mac account, but during that summer I tried to figure out how can I make this experience better and make this process easier,” Aguhob tells Mashable.

“A lot of the issues I was facing on the hardware side was with DSLR cameras that were too bulky, so I started to use micro four thirds cameras, but they were still too heavy. I ended up using my iPhone for the majority of filming — it has really great optics, and it was connected to the Internet which made sense. Back during the summer of 2010 they weren’t any really great editing programs, the only one that really existed was iMovie, but then sharing that content out to different social networks like Facebook and Twitter, I found the user experience to be not really optimized for the consumption of video — and YouTube felt a little bit impersonal.”

“That moment of clarity was when I created these really short, amazing clips with my friends I got an insane amount of feedback — mostly postitive — saying they loved the video and wanted to see more of it. It was fun and rewarding to create this content, so why couldn’t there be a better experience to share that with my friends and family?”

And so, along with Brett O’Brien and Chris Ovitz, Aguhob created Viddy, a mobile social network where users can edit video footage, apply cool filter effects and music and then share clips with not just their followers on the service, but quickly and easily to their favorite social networking sites. There was a twist though — Viddy clips are limited to just 15 seconds. We asked Aguhob why.

“For us, it was creativity and brevity. We really wanted to focus on the right moments to share, as opposed to sending out raw video that didn’t really have a lot of context to it. It was a lot of experimentation and research … 15 seconds felt like the right time for people to find that key moment within a video and create a really digestable, shareable piece of content for their friends and family easily.”

15 second clips are also more easily digestible from a mobile data point of view. The iPhone app is easy to use and very speedy. After all, if attention spans are happy with 15 second clips, they’re not going to want to spend too much more time than that creating the clip in the first place.

“We’ve spent a lot of time really optimizing the technology in order to render the video quickly on devices. Obviously we felt there was some value in actually seeing the creativity, seeing the process unfold. You really put your heart into it, and then you can see the rewards and benefits of creating really great content.”

Despite rival services like Socialcam, Mobli, Color and Klip in the same niche marketplace, Viddy has now notched up 37 million registered users (more than Instagram had when Facebook bought it for $1 billion) so you could argue there was indeed a gap in the market. The fact that among those 37 million are a whole host of popular celebrities — such as Justin Bieber, Jessica Alba, Britney Spears and Taylor Swift — has only helped the app’s growth.

In May 2012, Viddy completed a $30 million Series B funding round, valuing the company at over $300 million. Although these figures might seem surprising, what you have to consider is it’s not just the celebrity shine and numbers of signups that has got investors interested. Unlike many startups, Viddy has seen the potential for the business market right from the start, with a series of brands not just using the app for marketing purposes, but teaming up with Viddy for contests and special production packs.

“A lot of brands came to us,” reveals Agohub. “From a brand persective there are companies that are trying to tell their story as a brand that were kind of struggling with sending out text or pictures, they really wanted to tell a full story through video.”

Apple Merek No 1 Dunia, Google No 2

Apple Merek No 1 Dunia, Google No 2
Nilai Merek: Olimpiade No 2, Apple 1 Google 3 - Tribunnews.com
Dengan nilai sebesar itu, merek Olimpiade hanya kalah dari Apple (70,6 miliar dolar) dan Google (47,4 miliar dolar).
View or comment on Dahlan Dahi's post »
Google+ makes sharing on the web more like sharing in real life. Learn more.
Join Google+
You have received this message because Dahlan Dahi shared it with dahlantribun.dahlan@blogger.com. Unsubscribe from these emails.
You can't reply to this email. View the post to add a comment.

Tuesday, July 17, 2012

Data Trend Media Massa Dunia

Dahlan Dahi Link berikut menyajikan data yang kaya mengenai kecenderungan media massa global mulai dari pembaca surat kabar, internet, radio, hingga majalah dan televisi.

Data perolehan iklan global juga tersaji.

http://www.wan-ifra.org/articles/2012/04/17/world-press-trends-2011

Thursday, March 29, 2012

Tribun Jakarta untuk Android Users dan Galaxy Tab

Dahlan Dahi Sumber: TRIBUNnews.com BAGI pengguna sistem operasi Android, Anda bisa menikmati koran digital Tribun Jakarta melalui tribunjakarta.com/digital.

Di handphone, Tribun Jakarta Digital Newspaper tetap bisa dinikmati, kendati -- tentu saja-- karena layar (screen) yang kecil tidak akan senyaman di tablet, katakanlah di Galaxy Tab.

Tribun Jakarta terbit tiga kali sehari, setiap hari. Seperti koran umumnya, Tribun Jakarta terbit pada pagi hari menenami sarapan dan perjalanan Anda ke kantor.

Pada siang hari, Tribun Jakarta terbit lagi menemani makan siang dan jam istirahat Anda. Tribun Jakarta terbit pada petang hari, menyajikan berita-berita terpenting untuk mengantar jam istirahat Anda.

Anda tidak perlu menunggu satu hari untuk membaca koran. Anda bisa membaca koran yang ter-update setiap saat di Tribun Jakarta, di manapun, kapanpun.

Tribun Jakarta diterbitkan oleh TRIBUNnews.com Network, jaringan penerbitan koran, media online, epaper, dan koran digital di 18 kota penting di Indonesia.

Jika Tribun Jakarta terbit dalam format digital tiga kali sehari, Anda bisa meng-update informasi dari seluruh penjuru Tanah Air melalui TRIBUNnews.com yang beritanya terus diperbaharui setiap menit, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Akses melalui handphone di m.tribunnews.com.

Untuk Pengguna iPad, klik di sini

Monday, March 19, 2012

Tribun Jakarta Edisi Perdana 19 Maret 2012

Tribun Jakarta Digital Newspaper edisi perdana, 19 Maret 2012. Nikmati melalui tribunjakarta.com, aplikasi Tribun Jakarta di Google Play (Android Market), newsstand Scoop dan Wayang Force mulai hari ini. Tribun Jakarta terbit tiga kali sehari Dahlan Dahi Tribun Jakarta memperkuat jaringan penerbitan digital Tribun yang dimulai awal 2012 ini.

Sunday, March 18, 2012

Logo Tribun Jakarta

Dahlan Dahi Logo Tribun Jakarta Digital Newspaper. Koran digital Tribun ini bisa diakses melalui tribunjakarta.com. Edisi perdana akan diterbitkan pada Senin, 19 Maret 2012. Tentang Tribun Jakarta, lihat di sini Tribun Jakarta termasuk dalam jaringan TRIBUNnews.com Network.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...