Showing posts with label e-Commerce. Show all posts
Showing posts with label e-Commerce. Show all posts

Sunday, September 1, 2013

BagSpace, Toko Online Tas dari Thailand Garap Indonesia

BagSpace adalah toko online yang fokus pada jualan tas premium.

Saya menemukannya di Google Adsense. Toko online yang dibangun di Thailand tahun 2010 ini mulai ekspansi untuk menggarap pasar Indonesia.

"We deliver to all area in Indonesia, mostly using EMS," demikian pernyataan BagSpace di "about us" website tersebut.

Jual beli online, salah satu pilar e-commerce, sedang tumbuh subur di Indonesia.





E-Commerce di Indonesia: Data dan Indikator 2013

Nilai e-Commerce di Indonesia Naik 250 Persen
10 Website e-Commerce Terbesar di China

e-Commerce Indonesia: Data dan Indikator yang Menggiurkan
Website Jual Beli: Pageviews Per User Tokobagus Lebih Bagus dari Kaskus

Sunday, August 25, 2013

e-Commerce Indonesia: Data dan Indikator yang Menggiurkan

Bisnis e-commerce Indonesia sedang tumbuh subur. Jumlah pengguna (user) di jual beli (online shopping), para pemain (publisher), dan nilai transaksi menunjukan angka-angka yang terus melonjak.

Pada posting mengenai e-Commerce di Indonesia: Data dan Indikator 2013, ditulis sebagai berikut:

* Transaksi melalui internet di Indonesia pada 2012 mencapai sekitar Rp 60 triliun.

    Tahun 2013: Trend Internet dan Digital

* Data yang diungkap Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus, pada April 2013, tentang Kaskus:
- Jumlah postingan 472 juta
- Jumlah member 3,7 juta
- Unique visitor atau unique IP 18 juta sebulan
- Setiap tahun laba meningkat 200-300 persen
- Membuka payment gateway bernama Kaspay. Bekerja sama dengan BCA, Bank Mandiri, dan Bank Permata, serta 20 merchant.
   
      LIHAT JUGA: Key Digital Trend pada 2013

* iDEA, asosiasi perusahaan e-commerce Indonesia, berdiri Mei 2012, beranggotakan 24 perusahaan. Antara lain, Berniaga.com, Bhinneka.com, Blibli.com, Dealgoing.com, Gramedia.com, Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com, dan Tokopedia.comm.

       DATA MENARIK: 10 Website e-Commerce Terbesar di China

* Volume e-money, menurut data Bank Indonesia pada 2012, mencapai 9,97 juta transaksi dengan nilai Rp 1,48 triliun atau tumbuh 113,7 persen dibanding 2011.

* International Data Corporatiob (IDC) menyebutkan, nilai perdagangan lewat internet di Indonesia tahun 2011 mencapai 3,4 miliar dolar AS.

     DATA DAN INDIKATOR: Data Nilai Transaksi Iklan Online dan Online Shopping


* Survei Master Card Worldwide pada Februari 2013 menemukan, trend belanja online di Indonesia rata-rata meningkat 15 persen.

Laporan lain tentang Tokobagus.com, terdapat data dan indikator berikut:

Tokobagus.com, salah satu pelopor website iklan online, mencatatkan nilai transaksi online melalui portal itu mencapai Rp 1,4 triliun hingga awal 2011.


Presiden Direktur Tokobagus.com, Arnold Sebastian, mengatakan, pertumbuhan pengguna iklan di situs terus tumbuh. Hal ini dikarenakan proses yang diperlukan lebih mudah. Masyrakat juga banyak yang memanfaatkan jalur internet sebagai pusat informasi perdagangan.
"Pertumbuhannya bisa dikatakan 300 persen, kalau sekarang transaksi sekitar Rp 1,.4 triliun, sampai akhir tahun saya kira jumlah transaksi akan cepat berkembang," ujar Arnold, usai mengikuti acara talkshow di Garden Palace Hotel, Kamis (31/5/2012) (lihat surya.co.id).
Tokobagus.com melayani pemasangan iklan online. Sebagai portal iklan online, Tokobagus.com menjembatani penjual dan pembeli. Transaksi dilakukan langsung oleh pembeli dan penjual.

 Nilai e-Commerce di Indonesia Naik 250 Persen 



Friday, August 23, 2013

Affiliate Program dari alibaba.com, aliexpress.com

Alibaba.com adalah salah satu portal online marketplace terbesar di China dan dunia.

Buyers di Alibaba.com datang dari lebih 200 negara.

Alibaba.com menghimpun lebih 200 ribu eksportir dan manufactur China --menjadikannya salah satu raksasa di jual beli online.

Nah, untuk membantu memasarkan barang, Alibaba.com membuat portal affiliate program, aliexpress.com.

Cara kerjanya: pasang iklan produk aliexpress.com di website atau blog Anda. Setiap pembelian atau transaksi yang datang dari website atau blog Anda akan mendapatkan komisi.

Ini bukan terobosan orisinal Alibaba.com.


Portal belanja online dari Amerika Serikat, Amazon.com dan eBay.com, juga menggunakan affiliate program, salah satu bentuk performance-based marketing.



10 Website e-Commerce Terbesar di China
E-Commerce di Indonesia: Data dan Indikator 2013
Nilai e-Commerce di Indonesia Naik 250 Persen
Website Jual Beli: Pageviews Per User Tokobagus Lebih Bagus dari Kaskus

Website Jual Beli: Pageviews Per User Tokobagus Lebih Bagus dari Kaskus

Setelah memposting nilai pasar e-commerce Indonesia yang terus meningkat, tiba-tiba muncul pertanyaan, bagaimana, ya, perkembangan Tokobagus.com. Bagaimana perbandingannya dengan Kaskus (kaskus.co.id).

       LIHAT:  Nilai e-Commerce di Indonesia Naik 250 Persen 


Pertanyaan itu mendorong saya membuka Alexa.com dan mem-postingnya di TRIBUNnews.com:

Kaskus (kaskus.co.id) dikenal sebagai forum diskusi dan forum jual beli yang populer di Indonesia.

Tokobagus.com adalah website iklan online.
     
                  Lihat: TribunJualBeli.com

Kaskus dan Tokobagus sering disebut portal jubel atau jual beli. Ini dua jenis e-commerce. Model Kaskus adalah komunitas sedangkan Tokobagus menyediakan pemasangan iklan gratis bergambar.

Bagaimana perkembangannya? Data statistik yang tersedia tidak banyak. Saya melihat alexa.com, website pemeringkat. Di sana tersedia beberapa indikator.

Kaskus masih merupakan yang terbesar. Di Alexa.com Indonesia, posisinya di nomor tujuh atau portal ranking pertama "made in" Indonesia (nomor satu Google, nomor dua Facebook).

Tokobagus, sementara itu, terus berkembang. Posisinya sekarang di nomor 12, satu tingkat di bawah Twitter.com. Toko online lain masih jauh di bawah.
 
              LIHAT: E-Commerce di Indonesia: Data dan Indikator 2013

Bagaimanapun, Kaskus harus mulai mewaspadai Tokobagus. Tiga dari tujuh indikator versi Alexa.com, Tokobagus lebih baik dari Kaskus. Berikut rinciannya:

1. Pageviews per user Tokobagus lebih bagus dari Kaskus.
Pageviews per user adalah jumlah halaman yang dibuka setiap user (pengunjung). Ini berarti bahwa pengunjung Tokobagus membuka halaman lebih banyak dari user Kaskus.


2. Search traffic Tokobagus lebih bagus dari Kaskus
Artinya, pengunjung yang datang dari search engine, biasanya dominan dari Google, lebih banyak Tokobagus dari Kaskus. Tokobagus lebih SEO friendly.


3. Bounce Rate Kaskus lebih tinggi dari Tokobagus
Bounce Rate menghitung jumlah kunjungan singkat, hanya membuka satu halaman (single page) lalu kabur. Makin tinggi bounce rate makin buruk.


APA YANG BARU DI SOCIAL MEDIA?

Jumlah Visitor Detikcom, Kompas, Vivanews, Merdeka, Okezone, Tribunnews, Tempo, Inilah, Republika, Liputan6

Saturday, August 17, 2013

E-Commerce di Indonesia: Data dan Indikator 2013

Secara tidak sengaja saya menemukan majalah Ritel edisi Mei 2013.

Laporan utamanya soal e-commerce di Indonesia menyajikan beberapa data yang penting. Data terakhir bertahun 2013, ada juga yang 2012.

Secara umum, bisnis e-commerce di Indonesia dilaporkan sangat menjanjikan.

Berikut beberapa indikatornya:

* Transaksi melalui internet di Indonesia pada 2012 mencapai sekitar Rp 60 triliun.

    Tahun 2013: Trend Internet dan Digital

* Data yang diungkap Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus, pada April 2013, tentang Kaskus:
- Jumlah postingan 472 juta
- Jumlah member 3,7 juta
- Unique visitor atau unique IP 18 juta sebulan
- Setiap tahun laba meningkat 200-300 persen
- Membuka payment gateway bernama Kaspay. Bekerja sama dengan BCA, Bank Mandiri, dan Bank Permata, serta 20 merchant.
    
      LIHAT JUGA: Key Digital Trend pada 2013

* iDEA, asosiasi perusahaan e-commerce Indonesia, berdiri Mei 2012, beranggotakan 24 perusahaan. Antara lain, Berniaga.com, Bhinneka.com, Blibli.com, Dealgoing.com, Gramedia.com, Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com, dan Tokopedia.comm.

       DATA MENARIK: 10 Website e-Commerce Terbesar di China

* Volume e-money, menurut data Bank Indonesia pada 2012, mencapai 9,97 juta transaksi dengan nilai Rp 1,48 triliun atau tumbuh 113,7 persen dibanding 2011.

* International Data Corporatiob (IDC) menyebutkan, nilai perdagangan lewat internet di Indonesia tahun 2011 mencapai 3,4 miliar dolar AS.

     DATA DAN INDIKATOR: Data Nilai Transaksi Iklan Online dan Online Shopping


* Survei Master Card Worldwide pada Februari 2013 menemukan, trend belanja online di Indonesia rata-rata meningkat 15 persen.



INDIKATOR TREND INTERNET
Survei Pengguna Internet 2013: Twitter Laki-laki, Pinterest ... 
DATA INTERNET USERS 2013: Penetration Indonesia Terendah ... 
The Sun Berbayar: Jumlah Pengunjung Terus Turun
Nilai Transaksi Online Tokobagus.com
Ramainya Iklan Baris Online di Indonesia

Sunday, March 31, 2013

Pasang Iklan Gratis di TribunJualBeli.com


Saya hendak menjual mobil. Malas ke agen iklan baris. Ingin pasang foto-foto mobil yang hendak dijual. Mudah dicari di Google. Tidak mau membayar. Pengen gratis!

Caranya?

Silakan masuk ke TribunJualBeli.com.

TribunJualBeli adalah portal pemasangan iklan gratis, praktis, laris, dan aman.

TribunJualBeli bertujuan membantu penjual memasarkan barang dan jasa secara gratis dan membantu pembeli menemukan barang dan jasa dengan gratis, praktis, dan aman.

Kekuatan TribunJualBeli terletak pada jaringan surat kabar dan portal berita online di 19 kota penting di Indonesia yang tergabung dalam TRIBUNnews.com Network.

TribunJualBeli diterbitkan oleh salah portal berita terbesar di Indonesia, TRIBUNnews.com Network


Baca Juga:
Tips Belanja Online dari TribunJualBeli.com





Monday, January 7, 2013

Jual Beli Bayi, Tokobagus.com Kecolongan

Dahlan Dahi


Inilah memang repotnya portal iklan baris gratis dengan cara posting yang bebas. Tokobagus.com pun kecolongan.

Ceritanya, seorang user memasang iklan jual beli. Pemilik akun, Farhan, memasang foto dua orang bayi yang dijual masing-masing seharga Rp 10 juta.

Iklan itu sempat tayang selama tiga hari di Tokobagus.com, 31 Desember 2012, sebelum Tokobagus.com menghapus iklan tersebut pada 3 Januari 2013.

Jual beli bayi itu sempat heboh di jaringan sosial Twitter.

Polisi pun tergerak untuk menyelidikinya. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto  mengatakan penyidik dari cyber crime Polda telah melakukan penelusuran terhadap konten Tokobagus.com terkait penjualan bayi secara online.

Bagi polisi, jual beli adalah tindakan kriminal. Polisi membawa UU ITE dalam kasus tersebut, seperti dilaporkan TRIBUNnews.com.(*)



 
 
 

Friday, January 4, 2013

Trend Iklan Online: Tetap Saja Konsumen adalah Raja

Dahlan Dahi

Apakah Anda terus menerus dibombardir email berisi promosi?

Apakah Anda pernah atau sering mendapatkan telepon dari sales kartu kredit atau asuransi ketika sedang makan siang atau istirahat?

Apakah Anda tiba-tiba disuguhi iklan pop up ketika membuka suatu website?

Apakah Anda sedang asyik menonton TV ketika tiba-tiba iklan menghancurkan kenikmatan Anda?

Bila ya, Anda sedang menghadapi satu trik dari iklan: iklan interupsi.

Iklan-iklan jenis itu lama-lama akan punah. Trend iklan sekarang adalah jenis iklan yang menghargai Anda, audience atau user, bukan yang main serebot begitu.



 
 
 
 

Wednesday, January 2, 2013

Data Nilai Transaksi Iklan Online dan Online Shopping

Dahlan Dahi

Trend pertumbungan portal atau website iklan online dan toko online di Indonesia meningkat.

Nilai transaksinya pun meningkat. CEO PT Indonesia Payment Solution, Ivan Sebastian, seperti dikutip detikcom, memperkirakan, total finansial transaksi online pada 2010 lalu tercatat sebesar USD 3,4 miliar.

Jenis produk terbanyak dalam transaksi online adalah kategori gadget dan barang-barang elektronik seperti tablet PC, smartphone, dan spareparts komputer.

Di urutan kedua adalah kategori barang-barang hobbi atau kolektor seperti alat-alat sport, games, dan aksesoris.

"Tahun 2012 total finansial transaksi online ditaksir mencapai USD 4,1 miliar. Ini sebuah peluang dimana Inapay hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penjual maupun pembeli," kata Ivan (lihat detikcom).

KOMPAS.com mengutip CEO Kaskus, Ken Dean Lawdinata, melaporkan nilai transaksi online di Forum Jual Beli Kaskus bisa mencapai 60 juta dollar AS (sekitar Rp 575 miliar) per bulan.

Aulia Fajar Huriadi, Business Manager, Trend Micro Inc, memperkirakan, nilai transaksi online di Indonesia sepanjang 2012 yang mencapai Rp126 triliun (meningkat dua kali lipat dari transaksi tahun 2011 yang sebesar Rp 63 triliun).

Nilai Transaksi Online Tokobagus.com

 

Ramainya Iklan Baris Online di Indonesia

Dahlan Dahi

SEBELUM era internet, iklan baris (classified ads) seperti monopoli surat kabar. Jarang ada majalah bonafid mau menayangkan iklan baris karena harga iklannya yang murah. Tabloid demikian juga.

Surat kabar? Rasanya bukan surat kabar kalau tidak ada iklan baris. Bahkan, kekuatan surat kabar bisa dilihat dari jumlah iklan barisnya. Makin kuat surat kabar makin banyak iklan barisnya.

Sekarang asumsi itu masih berlaku, tapi entah beberapa tahun ke depan.

Internet sekarang memaksa dominasi surat kabar pada iklan baris berkurang drastis.

Masuklah ke kotak mesin pencarian Google. Ketik "iklan baris online". Per 2 Januari 2013 malam, muncul 114 juta hasil pencarian --suatu jumlah yang fantastis.

Memang masih muncul iklan baris surat kabar yang di-posting di portal masing-masing koran, tapi jumlahlah tidaklah seberapa dibandingkan dengan iklan baris online dari publisher non-surat kabar.

Di Amerika Serikat, revolusi iklan baris di dunia online dimulai dengan craigslists --portal nomor sembilan di Amerika Serikat pada peringkat Alexa.com, satu tingkat di atas situs microblogging populer, Twitter.

Website iklan online pada dasarnya ada dua jenis. Satu toko online dan satunya lagi website iklan online.

Pembeda utama dari dua jenis itu adalah transaksi. Toko online melayani pembelian dari user (pengunjung) ke toko online. Sedangkan portal iklan online hanya menayangkan iklan. Transaksi antara penjual dan pembeli secara langsung.

Tokobagus.com dan Berniaga.com adalah contoh website iklan online. Sedangkan berniaga.com dan bhineka.com adalah contoh tokoh online.

Banyak pemain asing di portal iklan online maupun toko online yang menyasar pasar Indonesia. Tokobagus.com adalah pemain lokal (tapi pendiri dan pemimpinnya sekarang bule dari Belanda), sedangkan berniaga adalah jaringan toko online Asia yang berbasis di Singapura.

Pepaya.com adalah toko online yang dihiasi huruf-huruf China. Olx.com dan Rakuten.com adalah contoh lain dari jaringan internasional.

Baca Juga:

Monday, December 31, 2012

Tahun 2013: Trend Internet dan Digital

Dahlan Dahi

Seperti apa trend internet dan digital tahun 2013?

Enam trend internet atau kecenderungan era digital di bawah ini, antara lain, dipengaruhi oleh kekuatan mesin pencari Google dan meningkatnya penetrasi mobile phone (atau biasa disebut mobile).

Pengaruh Google terlihat pada trend "content sebagai raja". Good content adalah good promotion. Jika Anda ingin website Anda didatangi visitor, perbaikilah content. Google terus memperbaiki rumus pencarian agar semakin "relevan" dengan apa yang Anda cari.

Mobile, pada pihak yang lain, semakin menjadi alat utama terkoneksi dengan internet. Ini, antara lain, karena karakternya yang bisa dibawa ke mana saja dan bisa mengakses internet dari mana saja.

Koneksi internet, social media, dan smartphone adalah ramuan pas yang memungkinkan setiap orang terkoneksi dengan data digital setiap saat, di mana saja.

Berikut trend digital itu:

 Sumber: TRIBUnews.com

TRIBUNNEWS.COM - Teknologi informasi terus berkembang dan semakin mempengaruhi cara kita bekerja dan cara hidup kita (how we work and live).

Bagamaina trend teknologi informasi atau internet di tahun 2013?

Untuk menjawab pertanyaan itu, TRIBUNnews.com melansir ulasan David Armano, Managing Director Edelman Digital, perusahaan digital yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat (tulisan aslinya di sini).
Inilah enam trend di 2013:

The Content Economy

Content (isi) akan menjadi aset paling berharga perusahaan pada 2013. Terima kasih kepada Google yang terus memperbaiki algoritma agar user mendapatkan apa yang dia cari dengan cepat dan dengan persisi yang tinggi.
Anda memproduksi konten dan Google menyajikannya melalui search result.
"In 2013, content will not only be king, but queen, prince and jester, too," tulis Edelman.

Cyborg Central

Dulu kita mengenai personal computer untuk membedakan dengan company computer. Sekarang makna personal computer benar-benar berbeda. Sangat personal, terutama karena setting yang bersifat personal.
Handphone atau mobile phone benar-benar sangat personal karena dia mendeteksi di mana Anda berada. Ski Googles tidak hanya mendeteksi Anda di mana tapi seberapa cepat Anda bergerak.

The Smobile Web

Social + mobile = “smobile.”
Smobile bermakna, customer, coworker, dan kolega mengharapkan pengalaman digital dioptimalkan untuk mobile atau social sharing --sebagai dampak dari berkurangnya waktu bersama PC dan televisi.
Smobile juga adalah gejala di mana Anda memotret via mobile dan mendistribusikannya melalui perangkat mobile. Instagram dan Blog sudah siap.

Sensory Intelligence

Teknologinya sudah ada dan akan semakin berkembang. Simak: Manakala Anda memarkir mobil, sensor akan berbunyi manakala ada obyek di belakang. Cara kerja yang sama akan dipakai di rumah, bahkan pakaian atau tanaman.
Misalnya begini. Anda merencanakan tanaman mesti disiram. Pasang perangkatnya, lalu katakanlah "tweet" via twitter, dan air akan mengucur. Taman pun berterima kasih pada teknologi sensor.

Social Commerce

e-Commerce adalah istilah bisnis yang mengacu pada transaksi jual-beli melalui perantaraan internet. Aslinya bisnis: niatnya, perangkatnya, sistemnya.
Yang akan tumbuh di 2013 adalah social commerce, yakni jual-beli yang memanfaatkan berbagai perangkat social media yang gratis..

Data Surplus, Insight Deficit

Facebook memperkenalkan fitur baru. Namanya "Photo Sync". Ini alat yang bisa mensikronkan koleksi foto di mobile device ke Facebook.
Foto adalah salah satu unsur penting dari data. Biasanya, pelaku social media tidak terlalu peduli kepada data. Sekarang, di 2013, bagaimana kalau data di-monetize (dioptimasi sehingga bisa menjadi sumber pendapatan).(*)

Lihat Juga: Key Digital Trend  pada 2013

 

10 Domain Termahal: Siapa yang Beli?

This summary is not available. Please click here to view the post.

Sunday, December 30, 2012

Belanja Online: Nilai Transaksi Meningkat Jadi Rp 126 Triliun pada 2012

Dahlan Dahi

Berapa nilai transaksi belanja online di Indonesia? Angkanya sangat fantastis. Menurut laporan Tribunjogja.com,  nilai transaksi belanja online tahun 2012 mencapai Rp 126 triliun, meningkat dua kali lipa dibanding tahun 2011 yang hanya Rp 63 triliun.

Ada banyak faktor yang mendorong tumbuhnya nilai transaksi belanja online.

Pertama, device. Makin populer mobile device sehingga user bisa dengan gampang melakukan transaksi di mana saja, kapan saja.

Kedua, website. Situs atau website belanja online makin maju, bukan cuma ragam barang yang ditawarkan, tapi juga usaha pengelola website melindungi konsumen dari penipuan.

Ketiga, konsumen. Kepercayaan konsumen pada keamanan belanja online makin meningkat. Masih ada beberapa kasus penipuan, tapi banyak juga konsumen yang mulai merasakan manfaat praktis belanja online.

Keempat, harga. Harga barang yang ditawarkan portal belanja online terkadang lebih murah daripada di toko fisik.

Kelima, praktis. Tidak perlu macet-macetan di jalan, repot cari parkir, antre di kasir. Cukup pesan dan barang akan sampai di rumah.

Keenam, bank. Pihak bank ikut melindungi konsumen dengan menerapkan standar konfirmasi ke pemilik kartu kredit sebelum uang ditransfer ke rekening transaksi online.

Baca Juga:
Tips Belanja Online dari Berniaga.com
Portal Pemasangan Iklan Gratis TribunJualBeli.com

Nilai Transaksi Meningkat Jadi Rp 126 Triliun pada 2012
Key Facts Nilai Transaksi Iklan Online di Indonesia

Tips Belanja Online dengan Aman

Dahlan Dahi

Belanja online semakin marak.  Beberapa daya tarik belanja online:

- Gampang dicari (searchable)
- Tersedia banyak pilihan (bisa membandingkan produk maupun harga)
- Fasilitas cash on delivery (COD) memungkinkan pembeli membayar barang setiba di tempat pengiriman (meminimalisir dampak penimpuan)
- Gambar (ini yang membuat iklan online lebih menarik daripada iklan baris di media cetak).

Nilai transaksi belanja online di Indonesia terus meningkat. Pada 2012, nilai transaksi belanja online mencapai Rp 126 triliun.

Website iklan online maupun toko online juga semakin banyak. Tokobagus.com, Berniaga.com, dan Bhineka.com adalah beberapa nama saja. Masih banyak yang lainnya.

Agar aman melakukan transaksi online, sebaiknya Anda membaca tips ini  (sumber: Tribunjogja.com):

1. Bookmark situs belanja yang resmi sebagai informasi penting saat ingin mencari barang di dalam situs tersebut. Ini meminimalisir kemungkinan Anda tertipu dengan situs buatan para peretas jika mencarinya melalui search engine. Atau Anda bisa mencatat alamat situs resminya dari iklan mereka di media atau informasi terpercaya lainnya

2. Hati-hati dengan ajakan klik untuk kiriman penawaran barang dan diskon besar melalui email. Bisa jadi penawaran melalui email seperti ini membawa link palsu dan attachment yang isinya akan menginfeksi komputer Anda. Karena jika mendapatkan penawaran, tidak ada salahnya Anda mengeceknya dulu melalui telepon ke layanan pelanggan.

3. Cek dan verifikasi kembali jika Anda dikirimi penawaran yang tidak masuk akal melalui akun media sosial Anda. Periksa ulang kembali untuk laman pembayarannya. Jika pembayaran melalui pihak ketiga, seperti kartu kredit, pastikan Anda berada pada alamat yang benar, jangan sampai Anda masuk ke dalam jebakan peretas untuk memasukkan data pribadi Anda dan hingga akhirnya data tersebut disalahgunakan.

4.  Jika Anda termasuk penggila belanja, tidak ada salahnya menginstal software keamanan yang bisa mem-block aksi para peretas dan menjamin Anda masuk ke dalam situs belanja yang aman sebelum meng-klik nya (chip.co.id / MG1-Ayu Dessy)

Baca Juga:



 

Saturday, December 29, 2012

Tips Belanja Online Aman dari Berniaga.com

Dahlan Dahi

Hampir semua portal iklan online atau toko online selalu menyediakan halaman berupa tips agar Anda, calon pembeli, terhindar dari penipuan.

Ini tips dari Berniaga.com:

Berbelanja dengan aman
  • Jangan lakukan pembayaran di muka kepada penjual yang tidak Anda kenal.
  • Meskipun penjual mengungkapkan data pribadi atau nomor rekening bank mereka, hal ini tidak menjamin Anda bebas dari penipuan.
  • Bila memungkinkan, mintalah tanda terima asli dan tanda terima tertulis untuk pembelian.
  • Jangan kirim barang sebelum rencana pembayaran disepakati.
  • berniaga.com TIDAK mengirim konfirmasi pembayaran apapun.
  • Pihak berniaga.com tidak akan pernah menanyakan informasi keuangan Anda, sebagai contoh nomor rekening bank. Bila ada pihak yang mengaku menghubungi dari berniaga.com dan menanyakan pertanyaan personal, harap menghubungi kami lewat kami lewat contact form.

Waspadalah bila ...
  • Penawaran terlalu menggiurkan.
  • Pihak lain terus membujuk Anda untuk menyelesaikan transaksi.
  • Seseorang meminta nomor rekening bank atau kartu kredit.
  • Membayar sejumlah besar uang kepada orang tidak Anda ketahui. Cobalah untuk bertemu di toko atau di tempat umum.
  • Membeli barang bermerek. Selalu disarankan untuk bertemu dengan pembeli di toko dan memeriksa keaslian barang.

Baca Juga:


 

 

Tips Belanja Online: Belajar dari Penipuan Pemasang Iklan Tokobagus.com

Dahlan Dahi

Salah satu sisi buruk iklan online adalah penipuan. Kejahatan ini berlaku buat pemasang iklan dan konsumen di portal iklan online besar, tak terkecuali Tokobagus.com.

Silakan simak pengakuan atau pertanyaan korban penipuan di situs Tokobagus.

Setelah membaca sepintas cerita korban-korban penipuan iklan online, beberapa hal berikut nampaknya harus diperhatikan.

1. Mulailah dengan sikap waspada, jangan mudah percaya. Langkah demi langkah dari setiap tahapan transaksi harus dipikirkan baik-baik segala risikonya sebelum memutuskan ya (baca cerita korban penipuan transaksi online berikut ini).

2. Cek baik-baik status penjual. Dengan riset sederhana, Anda bisa menemukan informasi tentang si penjual atau barang yang dia jual. Google biasanya sangat membantu. Pakailah nama si penjual sebagai "kata kunci" dan segera lakukan penelusuran. Info produk atau jasa yang ditawarkan juga bisa dicek dengan metode yang sama.

Kata kunci yang sama bisa juga dicek melalui kotak pencarian di Facebook atau Twitter.

3. Penjual yang tingkat kredibilitasnya tinggi tentu akan memasang alamat toko. Alamat ini pun bisa dicek di  Google atau bahkan Google Maps.

Coba iseng-iseng perhatikan kode posnya. Bila kode posnya benar, ada kemungkinan alamat itu benar (Berikut daftar kode pos seluruh kota di Indonesia).

4. Nomor telepon yang lebih bisa dipercaya adalah fixed line (nomor telepon rumah atau kantor). Anda bisa mengecek nomor ini (catatan: nomor handphone bisa dengan gampang diganti, tidak demikian dengan nomor fixed line). Coba cek ke 108 untuk lebih meyakinkan Anda.

5.  Bila alamat benar, masih ada risiko dengan barang yang Anda akan beli. Apakah mutunya seperti yang Anda bayangkan dengan melihat foto? Apakah ukurannya tidak masalah? Apakah barang yang tidak cocok bisa dikembalikan? Pertanyaan ini sebaiknya jelas sebelum memulai tahapan transaksi.

6. Lebih aman membeli barang bermerek dengan kualitas yang memang sudah standar. Contoh: iPhone 5.

Handphone buatan Apple itu sudah standar. Begitulah adanya. Beda, misalnya, dengan membeli baju yang bukan merek terkenal. Standarnya praktis tidak ada.

Walau iPhone 5 sudah standar, itu pun masih ada risiko: jangan-jangan black market, jangan-jangan isinya buatan China.

7. Cara pembayaran yang aman buat pembeli adalah COD, cash on delivery (barang nyampe Anda bayar).

Itulah beberapa tips belanja online. Silakan tambah tips ini di kolom komentar.


Baca Juga:










Friday, December 28, 2012

Website Info Penipuan

Dahlan Dahi

Kreatif juga penemu website ini. Isinya berupa informasi penipuan. Anda bisa share pengalaman pahit di sini, sambil berharap semoga orang lain tidak menjadi korban berikutnya.

Nama websitenya "Informasi Penipuan". Salah satu posting yang saya temukan adalah korban iklan online dari Tokobagus.com.

Kenali modus penipuan agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Si penipu memasang iklan berupa produk yang harganya murah lalu dilabeli "sold out", sudah terjual.

Lalu si pembeli yang teracuni harga murah menelepon pemasang iklan dan mendapat kabar bahwa barang masih ada. Uang ditransfer, tapi kemudian datang kabar bahwa barang yang dimaksud ditahan bea cukai. Dia minta tambahan uang Rp 500 ribu lagi.

Si pembeli menyadari dia sudah masuk perangkap penipuan, tapi masih mengirim lagi Rp 500 ribu dengan harapan barangnya memang benar-benar ada. Eh, si penipu minta tambahan kiriman uang lagi dengan dalih petugas bea cukai minta tambahan.

Si pembeli menyadari sudah tertipu --tapi sudah terlambat.


Kisahnya penipuan tersebut silakan simak di "Informasi Penipuan".

Baca Juga:
 

Key Digital Trend pada 2013

Dahlan Dahi


eMarketer menerbitkan presentasi mengenai apa yang disebut sebagai "Key Digital Trend 2013". Tersedia pula dalam format video.

Salah satu trend adalah kecenderungan pengguna internet mengonsumsi informasi melalui aplikasi, bukan hanya melalui web.

Kecenderungan multitasking juga menguat. Misalnya, nonton TV sambil browsing di handphone.

Trend lain: Mobile first yang makin kuat. Pengguna internet makin banyak menggunakan smartphone daripada PC dan laptop.

Time spent di mobile juga lebih banyak daripada di PC.

Transaksi komersial makin banyak melalui handphone. Challenge baru bagi pengelola website e-commerce.

Walau demikian, media tradisional (TV dan surat kabar) tetap memberi pengaruh utama pada pengambilan keputusan membeli barang dan jasa di semua kelompok umur.

Trend lain: Data menjadi sangat penting bagi strategi marketing.

Simak Key Digital Trend 2013 di eMarketer



 

Thursday, December 27, 2012

10 Website e-Commerce Terbesar di China

Dahlan Dahi

Mental plastic fruit (meniru) China membuahkan hasil positif di dunia online. Mereka punya search engine seperti Google bernama Baidu.com. Mereka juga punya portal e-Commerce seperti Amazon dan eBay bernama Alibaba.com.

Untuk informasi skala bisnis iklan online atau online shopping di Indonesia, silakan masuk ke:

Nilai Transaksi Meningkat Jadi Rp 126 Triliun pada 2012
Key Facts Nilai Transaksi Iklan Online di Indonesia

Berikut ini adalah daftar 10 website e-Commerce di China, seperti dimuat di page CNET Asia. Selengkapnya:



China has Asia's--perhaps even the world's--liveliest and most comprehensive e-commerce sector, where pretty much anything can be bought online, and specialist online shopping sites exist for things like only food, baby-wear, handbags, etc. Revenue in China's e-commerce sector amounts to 1.76 trillion RMB (US$278.89 billion) at present, and grew by 25.8 percent from the previous year; the plan set forth by authorities is for that to hit 2.8 trillion RMB ($443.68 billion) by 2015.

So, which are the largest e-commerce sites in China in terms of revenue? Looking only at the business-to-consumer (B2C) sites--and therefore not taking into account the iconic Taobao site which thrashed eBay in the country--here's the current top ten at the end of 2011:

1. Tmall.com--39.9 percent market share
Alibaba-owned Tmall is the market leader, following on from the amateur shop-owners on its Taobao.com with a separate site for retailers and brands to reach out across the country. It sells pretty much anything, from, literally, Lamborghinis to lace panties, and even has an open platform on which some of its B2C e-commerce rivals have storefronts. It also plays host to many a brands' main online retailing presence, as seen on Pepsi's pepsi.tmall.com store.

2. 360Buy.com--14.7 percent market share
Aiming to list in the US in 2013, 360Buy has expanded aggressively to outpace its main rival Dangdang (NASDAQ:DANG). The two merchandising mortal enemies cover much of the same area: Mainly electronics and home appliances, but also books and clothing. 360Buy also has a full online travel service, and a separate luxury mall for couture brands at 360Top.com.

3. Suning.com--2.4 percent market share
The High Street electronics retailer wants to transform itself into an e-tailer so that it doesn't suffer the same fate of bricks-and-mortar stores crumbling to dust in the US and the UK. Suning (SHE:002024) will soon diversify into online travel booking - following the path led by 360Buy - and is one to watch as it uses its decades of business savvy to try conquer e-commerce in China.

4. Amazon.cn--2.2 percent market share
Close behind is the US company Amazon (NASDAQ:AMZN), whose Amazon China site, which has the very short URL Z.cn, focuses on its core products more in the manner of a western company, rather than trying to cover everything as Chinese businesses attempt to do. We'll have to see if that pays off in the long-term. Some folks in China are still awaiting the arrival of e-books and the Kindle in an official form.

5. Dangdang.com--1.6 percent market share
Who needs a Kindle? No one! That's what Dangdang reckons, as it now has its own e-book platform fully rolled out, and e-reader hardware due later in 2012. Its main focus is still on gadgets and books (those paper-based reading thingies, you might recall), leaving it vulnerable to the growth of Suning and its rival 360Buy.

6. Vancl.com--1.5 percent market share
This is China's biggest clothing e-tailer, selling only its own-brand clothing in the manner of, say, GAP, or Uniqlo. The company also has a regular online store, Vjia.com, selling numerous popular clothing labels. It was due to list in the US in 2011, but it didn't transpire.

7. 51Buy.com--1.1 percent market share
Selling mostly gadgets and home appliances, the site has performed well enough to get significant financial backing from Tencent (HKG:0700), the Chinese Web giant that has been struggling to make its buy.qq.com e-tailing site take off--despite its half-billion registered social media users.

8. Coo8.com--1 percent market share
In the same product area as 51Buy, Coo8 is a subsidiary of Gome (HKG:0493), the big-box retailer that battles with Suning on the High Street--and now online as well. Gome owns 80 percent of Coo8, yet it seems to operate quite independently.

9. NewEgg.com.cn--0.7 percent market share
And now we're in the deep, dark forest among the elves and goblins. Yes, we're now below 1 percent market share. Below this are hundreds of online shopping contenders, so a place in the top ten is still a mark of honor. Here's another American contender: NewEgg.

10. YiHaoDian.com--0.7 percent market share
Filling out the top ten is the Walmart-backed YiHaoDian, which is the country's largest food and consumables online retailer. Walmart has a majority 51 percent ownership of this site, pending regulatory approval.

Just below these are some impressive specialist e-tailers which have a pretty sizable market share when you consider that they only sell one thing--such as Redbaby.com.cn for children's wear, m18.com for budget clothing, and mbaobao.com for handbags.

[Stats source: Analysis International; via ChinaInternetWatch]

Baca Juga:
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...