Showing posts with label Wakatobi. Show all posts
Showing posts with label Wakatobi. Show all posts

Monday, August 27, 2012

Tips Murah Menuju Wakatobi

Dahlan Dahi



WAKATOBI menjadi tujuan wisata populer karena keindahan alamnya, pesona terumbu karang, budaya yang unik, dan penduduknya yang ramah. Juga makanan seafood-nya yang khas.

Bagaimana mencapai Wakatobi?

Pertama, Wakatobi bukan Bali. Pulau terpencil di Sulawesi Tenggara ini belum memiliki akses penerbangan 24 jam.

Masuk ke Wakatobi sebaiknya lewat Bandara Hasanuddin, bandara hub di Indonesia timur. Dari Makassar, Anda bisa memilih ke Wakatobi via Baubau atau Kendari.

Tersedia beberapa penerbangan ke Baubau maupun Kendari. Hanya saja, pilihan ke Wakatobi via pesawat terbang dari Baubau maupun Kendari sangat terbatas.

Dari Baubau ke Wakatobi hanya dengan Express Air tiga kali sepekan, Senin, Rabu, Jumat. Sedangkan dari Kendari ke Wakatobi  hanya dengan Merpati. Itu pun hanya hari Sabtu.

Pilihan terbaik adalah pesawat via Makassar.  Makassar-Wanci bisa lewat Express Air. Pesawat Express Air take off dari Bandara Hasanuddin, Makassar, pukul 09.00 pagi menuju Bandara Betoambari, Baubau, dalam perjalanan menuju Bandara Matahora, Wanci (Wakatobi).

Penerbangan ke Baubau dengan pesawat buatan Jerman 32 tempat duduk ini memakan waktu 45 menit. Transit di Baubau 10 menit, pesawat kemudian terbang ke Wanci 25 menit. Total perjalanan Makassar-Wanci 80 menit.

Melalui rute tradisional (kapal kayu dan kapal Pelni), Makassar-Wanci ditempuh dua hari.

Pesawat Express Air take off pukul 09.00 dari Makassar. Bila Anda hendak ke Wakatobi dari Jakarta, Anda bisa mencari pesawat pagi ke Makassar.

Jakarta-Makassar ditempuh dua jam penerbangan.

Express Air Makassar-Wanci pp tiga kali sepekan, yakni Senin, Rabu, Jumat.

Pilihan murah adalah dengan kapal laut. Kapal Pelni yang berlayar ke Baubau 3-4 kali sepekan. Ada pula pelayaran ferry Makassar-Baubau.

Dengan kapal Pelni, Makassar-Baubau ditempuh sekitar 12 jam.

Dari Baubau selanjutnya bisa naik kapal kayu (sekitar 10 jam pelayaran) menuju Wanci, ibukota Kabupaten Wakatobi.

Alternatif lain dari Baubau adalah ke Lasalimu dengan naik mobil sekitar dua jam. Lasalimu-Wanci sekitar 3-4 jam saja via ferry. Rute ini dipilih bagi mereka yang mabuk laut.

Jika pilihannya dari Kendari, Anda bisa naik kapal ferry sekitar 10 jam dari Kendari ke Wanci. Pada musim ombak, rute ini sangat tidak disarankan terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Kecelakaan di laut sangat jarang tapi berisiko mabuk laut.
Kalau ingin menghemat ongkos, naik kapal laut adalah pilihan yang masuk akal. Bagaimanapun, naik kapal laut, menikmati sunset di atas kapal, menyaksikan panorama pulau-pulau dan laut biru, membawa sensasi tersendiri.

Soal selanjutnya adalah hotel. Tempat nginap terkenal adalah Patuno Resort. Resort ini terletak di tepi pantai di Patuno, jauh dari permukiman penduduk. Bule senang menginap di sini. Tarif per malam di atas Rp 500 ribu.

Kalau mau berhemat, carilah hotel melati di Mandati atau Wanci.  Namanya hotel melati, tarif Rp 200 ribu pun ada.



Foto dan Informasi Wakatobi

 

Saturday, August 25, 2012

Wakatobi: Makanan Laut Bernama Lei




Orang Wanci, Wakatobi (Sultra), menyebutnya "lei". Berduri, hidup di laut dangkal di sela-sela rerumputan laut. Bila dibelah, ada dagingnya, kebanyakan berwarna kuning.

Isi "lei" diambil satu demi satu, dikumpulkan dalam satu biji "lei" yang sudah dikuras isinya. Itulah yang disebut "kukure".

Makanan seafood ini sangat khas. Saya sudah menikmati seafood di beberapa kota di dunia seperti Shanghai, Hongkong, Tokyo (kotanya sushi), dan Moskow, serta berbagai kota di Indonesia tapi tidak ada "lei".

Kalau ke Wakatobi, jangan lupa cari "lei" di pasar ikan tradisional Pongo atau Pasar Sentral.


Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi




Wakatobi: Kerang di Pasar Tradisional



Wanci, Kabupaten Wakatobi (Sultra), sangat kaya dan hasil laut. Di banyak restoran, kerang termasuk menu yang mahal. Tapi di Wanci, kerang cukup dijual di pasar tradisional dengan harga paling murah dibanding jenis hasil laut lainnya.

Satu porsi kerang ini cuma Rp 10 ribu dan Anda bisa meminta penjualnya menambah beberapa potong lagi.

Karena masih segar (jarang hasil laut yang dijual di pasar tradisional berlama-lama di es), kerang ini cukup dimasak dengan kunyit, garam, dan sedikit vitsin. Hasilnya: hmm, sangat lezat. Tapi, okey, hati-hati bagi Anda yang memiliki masalah dengan kolesterol.





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi 



Wakatobi: Dermaga Speedboat




Bangunan tanpa dinding yang menelan anggaran lebih Rp 600 juta ini dimaksudkan sebagai "rumahnya" speedboad.

 Terletak di Dermaga Wanci, Wakatobi, bangunan itu termasuk "proyek mubazir" karena jarang difungsikan.




Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

 

 

Wakatobi: Penjual Lei, Seafood Unik dari Wanci


Penjual "lei" dan "kukure" menunggu pembeli di pasar ikan Pongo, Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.


Tentang "lei", lihat di sini





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

 

Wakatobi: Pulau Kecil di Pantai Nua



Pulau kecil di Pantai Nua, Wandoka, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Laut, pulau-pulau kecil, dan pantai serta pemandangan bawah laut merupakan pesona unik Wakatobi.




Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

 

 

Wakatobi: Nua di Wandoka


 
Jembatan menuju pulau kecil di Pantai Nua, Wandoka, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Laut, pulau-pulau kecil, dan pantai serta pemandangan bawah laut merupakan pesona unik Wakatobi.





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Sampan Nelayan di Jembatan Sempo



Perahu nelayan parkir di tepi Jembatan Sempo, Liya, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Nelayan di Lia membudidayakan rumput laut.





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Perahu Nelayan di Pantai Liya



Perahu nelayan Sempo, Liya, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Nelayan di Lia membudidayakan rumput laut.






Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Rumput Laut di Liya



Lokasi budidaya rumput laut di Sempo, Liya, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Jembatan Sempo


Jembatan Sempo di Liya, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Nelayan di Lia membudidayakan rumput laut.




Tips Murah Menuju Wakatobi
Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Rumah Nelayan Sempo





Rumah nelayan di laut Sempo, Liya, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.

Nelayan di Lia membudidayakan rumput laut.





Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Patuno Resort



Suasana Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.








Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Wakatobi: Patuno Resort



Suasana Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.






Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Pantai Patuno


Suasana Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.






Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Turis Bermain di Pantai Patuno



Dua orang turis asing bermain di Pantai Patuno di kawasan Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.






Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Turis Italia di Patuno


Dua bocah kakak-beradik turis asal Italia berfoto bersama warga lokal di Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.






Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Patuno Resort



Suasana Patuno Resort di Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Resot milik Bupati Wakatobi, Ir Hugua, ini merupakan destinasi utama turis asing maupun domestik. Tarif per kamar di atas Rp 500 ribu semalam.

Resort yang terpisah dari permukiman penduduk ini terbuat dari batang pohon kelapa.






Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Warung Kopi


Warung kopi di Wanci, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi. Nama yang asik...



Foto dan Informasi Wakatobi


Wakatobi: Kapal Pesiar Turis



Empat kapal pesiar turis (salah satunya dari Meksiko) berlabuh di depan Mandati, Kecamatan Wangiwangi, Wakatobi.






Tips Murah Menuju Wakatobi

Foto dan Informasi Wakatobi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...