Saturday, April 6, 2013

Melihat Abraham Samad Pakai Sarung

Dahlan Dahi

Memakai baju kaos dan sarung. Begitulah Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menerima kami di rumah dinasnya di sebuah kompleks perumahan di Jakarta, Jumat (5/4/2013) malam.

Abraham kawan lama. Saya mengenal beliau hampir 20 tahun.  Bahwa dia menerima kami dengan memakai sarung, bagaimanapun, tetaplah merupakan kejutan.

Kebetulan saja, memang, tempat ngobrol adalah rumah dinas. Dia pun sekarang dalam jabatan sebagai orang nomor satu di KPK.

Betapapun, kami bertemu dengan Abraham Samad,  seorang aktivis antikorupsi yang gigih.

Kami berdiskusi banyak hal. Tidak satupun yang bisa di-publish.

Saya penasaran bagaimana sikap Abraham Samad setelah Komite Etik KPK menjatuhkan "vonis" bersalah. Bahwa dia diberi surat peringatan tertulis terkait dengan bocornya surat perintah penyidikan (sprindik) dari KPK untuk Anas Urbaningrum.

Abraham Samad sudah menyampaikan sikapnya kepada masyarakat melalui media massa. Dia merasa diperlakukan tidak adil oleh Komite Etik.

Sekarang, bagaimana sikap Abraham terhadap pemberantasan korupsi setelah vonis Komite Etik itu?

Ooooo, sikapnya tetap, tidak berubah. Dia akan tetap gigih memberantas korupsi. Malah akan semakin gigih. Begitulah kesan saya.

Abraham Samad melihat korupsi di Indonesia sudah akut, luar biasa. Hanya cara luar biasa, atau "progresif" dalam istilah dia, yang bisa mengatasi masalah korupsi di negara ini.

Dan, ini juga yang penting: Abraham Samad berlomba dengan masa jabatannya sebagai Ketua KPK. Tidak banyak waktu, sementara kasus korupsi yang dihadapi bersifat struktural dan melibatkan orang-orang kuat.

Kita tunggu langkah-langkah Abraham dan KPK selanjutnya. Itulah jawaban nyata Abraham Samad terhadap keputusan Komite Etik KPK.

Terbentang di depan KPK beberapa tugas besar. Di antaranya, Kasus Hambalang (Anas, Alifian Mallarangeng), megaskandal Bank Century, dan kasus BLBI.

Memang, kasus-kasus seperti itu hanya bisa diurai dengan cara "sarungan", bukan dengan pendekatan normatif dan upacara bendera. (*)


 

1 comment:

  1. semangatnya jangan sampai kendor kawan....
    pohon tinggi memang selalu diterpa angin kencang...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...