Showing posts with label HUT VII TRIBUN TIMUR. Show all posts
Showing posts with label HUT VII TRIBUN TIMUR. Show all posts

Tuesday, May 8, 2012

Telkom Media Award: Tribun Timur Terbaik di KTI - Tribun Timur

Telkom Media Award: Tribun Timur Terbaik di KTI - Tribun Timur

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harian Tribun Timur berhasil meraih penghargaan Telkom Media Award 2012, pada acara Telkom Group's Corporate Communication Summit 2012 and Media Award 2012.

Penghargaan ini merupakan ajang pertama kalinya digelar PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bagi media di Indonesia, sebagai bentuk apresiasi perusahaan BUMN tesebut.

Penyerahan berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (8/5/2012), dan dipandu langsung Grace Natalia, pembawa berita TV One.

Ajang penghargaan tersebut dihelat Telkom berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan pihak Telkom untuk sejumlah kategori internal media dan eksternal media, antara lain apresiasi terhadap Kontributor Telkom Group, apresiasi kontributor Telkom Peduli, apresiasi Unit Community Development Centre.

Sedangkan eksternal media, penghargaan terbagi untuk beberapa kategori seperti media kategori regional, kategori online, dan kategori nasional.

Tribun Timur sendiri meraih penghargaan pertama untuk kategori Regional VII Kawasan Timur Indonesia (KTI), disusul harian Fajar, dan Bali Pos.

Kategori regional lainnya, Regional VI Kalimantan, juga berhasil diraih media grup Tribun, Tribun Kaltim diposisi pertama, disusul Balikpapan Pos, dan Pontianak Pos.(*)

Penulis : Meliana Bori Editor : Ridwan Putra

Dahlan Dahi

Thursday, February 9, 2012

Catatan HUT 8 Tribun Timur


Dahlan Dahi
Pemimpin Redaksi Tribun Timur

Catatan HUT 8

Tribun Timur: Anytime, Anywhere

ANDA masih butuh berita? Jawabnya ya, masih butuh, bahkan makin butuh. Internet hanya mengubah cara Anda, cara kita, mengonsumsi berita.

Itulah yang kami yakini di Tribun Timur, keyakinan yang makin mantap pada HUT kami yang ke-8 hari ini, 9 Februari 2012.

Tribun Timur edisi cetak makin asoy, tapi kami juga terus memastikan bahwa Anda, melalui koneksi internet, tetap menemukan Tribun di manapun Anda berada, kapanpun. Tribun. Anytime, anywhere.

***

TAHUN 2011, alhamdulillah, kami lalui dengan indah. Sejak periode April-Juni, untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang surat kabar di Sulawesi Selatan, Tribun Timur menjadi koran dengan jumlah pembaca di Makassar menurut survei Nielsen, satu-satunya lembaga yang dipercaya untuk survei readership surat kabar.

Predikat sebagai koran dengan pembaca terbanyak di Makassar berlanjut ke periode survei berikutnya, Juli-September.
Dua kali periode survei atau enam bulan berturut-turut, Tribun menjadi koran dengan pembaca terbanyak di Makassar.

Bagaimana dengan periode survei tiga bulan terakhir di 2011? Kembali Tribun Timur pemenangnya. Itu artinya, Tribun Timur tetap koran terbanyak pembacanya sampai dengan survei terakhir yang diumumkan Nielsen.

Tahun 2011 semakin indah dengan penghargaan newspaper design dari IPMA untuk wilayah Sulawesi. Inilah pertama kalinya Tribun Timur menyerahkan beberapa desain halaman satu, dan alhamdulillah, langsung merebut penghargaan.

Dari sisi iklan, Tribun Timur tumbuh sangat pesat. Data Nielsen memperlihatkan, ads revenue (pendapatan iklan) Tribun Timur nomor delapan di Indonesia dalam daftar Top Newspaper with Highest Ads Revenue in 2010 vs 2011.

Di posisi itu, Tribun Timur masuk dalam daftar yang mengalahkan pendapatan iklan beberapa koran nasional atau menjadi koran dengan pendapatan iklan terbesar di Makassar. Harian Kompas nomor satu di daftar Nielsen ini.

***

BAGAIMANAPUN, pendapatan iklan edisi cetak masih merupakan tulang punggung bisnis Tribun Timur. Tapi itu sama sekali tidak menyurutkan langkah kami untuk meneruskan misi kami menyebarkan informasi.

Misi menyebarkan informasi melalui media online, buat saat ini, masih menghasilkan paradoks: pembacanya terus naik tapi kue iklannya begitu-begitu saja.

Kami mengetahui itu sejak awal tapi the show must go on. Tribun Timur harus terus bertransformasi dari sekadar newspaper menjadi news brand. Tribun Timur bukan hanya surat kabar. Tribun Timur adalah merek, merek yang berkarakter sebagai produsen dan distributor informasi terpercaya, netral, apa adanya.

Dengan visi itulah, Tribun memproduksi informasi dan mendistribusikannya melalui berbagai jenis media (surat kabar, epaper, online, dan terakhir dalam format digital paper).

Tribun bisa dijumpai di mana saja, di Kompas.com, di Tribunnews.com, di Yahoo News, di Facebook ataupun twitter, karena pendekatan multichannel dari sisi distribusi.

Kami pun mengembangkan aplikasi yang memungkinkan Tribun bisa dinikmati tidak hanya di PC atau laptop, melainkan juga di iPad dan Galaxy Tab serta smartphone.

Itulah tema ulang tahun Tribun Timur yang ke-8. Tribun Timur: Anytime, Anywhere.

Akhirnya, pembaca yang budiman. Kami sampai di level ini karena Anda. Terima kasih yang tak terhingga.


Notes: Artikel ini juga dimuat di Tribun Timur edisi tanggal 9 Februari 2012.
--




The Local Breaking News




* Nielsen: Tribun Timur Tetap Koran Nomor Satu di Makassar

* Tribun Timur Bukan Koran

* Tribun Timur, Multimedia, Multichannel, Multiplatform

* Dua Kali Survei Nielsen, Tribun Timur Tetap Nomor Satu di Makassar

* Nielsen: Tribun Timur Koran Nomor Satu di Makassar

* Tulisan tentang Tribun Timur Nomor Satu oleh Blogger di Kompasiana

* Blogger Kompasiana: Tribun Timur Sukses karena Inovatif

* Tribun Timur dan TRIBUNnews.com Network

Wednesday, February 9, 2011

Tribun Timur, Dari Multimedia ke Multichannel dan Multiplatform



Catatan Dahlan Dahi
Pemimpin Redaksi
Tribun Timur


Tribun Timur 7 Tahun

Dari Multimedia ke Multichannel dan Multiplatform

TUJUH tahun lalu, 9 Februari. Koran Tribun Timur untuk pertama kalinya terbit di Makassar. Sebuah koran, satu media.

Hari ini kami mengelola Tribun Timur. Bukan lagi sebagai koran saja, sebuah media saja, tetapi sebuah lembaga sosial-ekonomi.

Beragam waktu dan ruang Tribun Timur muncul. Sebagai koran, sebagai event, sebagai penyedia hiburan, sebagai sponsor kegiatan, sebagai lembaga donor darah, sebagai tools of solidarity makers (alat solidaritas sosial), sebagai anjing penggonggong pemerintah (watch dog), sebagai kartu diskon lewat Tribun Family Card (TFC), atau sebagai kupon diskon di pusat perbelanjaan atau toko roti.

***

Sebagai media, Tribun Timur saat ini tidak saja berada di koran cetak. Isi beritanya tersebar di social networking, jejaring sosial, Facebook dan Twitter.

Isi berita Tribun Timur juga menyebar lewat fasilitas Web 2.0 seperti RSS Feed. Lalu kita lihat Tribun Timur ada di blog. Di-share, disebarkan, oleh siapa saja.

Jangan heran kalau suatu waktu berita Tribun Timur muncul di portal berita nasional seperti KOMPAS.com, TRIBUNnews.com, maupun 16 portal berita regional di Tribun Network.

Atau, tanpa memegang koran Tribun Timur, Anda biasa membaca berita Tribun Timur edisi epaper (elektonic paper) di iPad. Berselancar dengan iPhone di TRIBUN-TIMUR.com.

Bagaimana merumuskan perkembangan itu? Bagaimana menyederhanakan kerangkanya? Atau, mengapa bergerak ke sana?

Keluar dari Dilema

Mulanya adalah sebuah pertanyaan. Dunia online berkembangan begitu cepat, koneksinya maupun alatnya (gadgetnya). Harga koneksi maupun gadgetnya pun kian murah. Pembaca bisa mengakses berita dengan cepat. Gratis pula. Lewat PC, laptop, handphone, dan kemudian tablet semacam iPad atau Galaxy Tab. Apakah, dengan demikian, koran akan segera game over?

Atau, pertanyaan dilematisnya seperti ini: Apakah kalau koran ikut-ikutan masuk menjajakan konten (isi/berita) ke dunia online yang gratis, lalu koran edisi cetak menggali kuburannya sendiri?

Ada dua jawaban terhadap ini. Ada yang berpendapat, kalau koran masuk ke dunia online, ya, sudah. Tamatlah riwayat koran. Maka, online pun dibuat seperti koran cetak: mesti bayar.

Jawaban lainnya datang dari Kompas Gramedia, kelompok penerbitan terbesar di Indonesia, induknya Tribun Timur.

Tiga tahun lalu, dengan tegas Kompas Gramedia menegaskan, masuki dunia online, pelajari, rebut peluangnya.  

Bermainlah di “etik” online. Salah satu rumus dunia online, seperti dikembangkan mbahnya dunia maya,  Google, adalah ini: Free is business model. Internet users (pengguna internet) akan segera kabur manakala Anda memintanya membayar. Sudah terlanjur “etik” ini menjadi semacam salah satu ayat suci dunia online.

Menyiasti “etik” itu, Google --seperti dikemukakan Jeff Jarvis, penulis buku laris What Would Google Do?--  membuat model bisnis baru. Dia berangkat dari asumsi, life is public, karena itu, public is business. Tariklah uang dari public (audience), dan biarkan pemasang iklan yang membayar, bukan internet users.

Ini persis bisnis modelnya televisi. Tidak ada penonton bodoh yang mau membayar. Pemasang iklanlah yang membayar.

Dari sanalah, Tribun Timur mengembangkan diri. Di Kompas Gramedia, apa yang kami lakukan ini dikenal dengan prinsip 3M (multimedia, multichannel, dan multiplatform).

Tribun Timur Multimedia

Tribun Timur edisi cetak atau kita kenal dengan koran atau surat kabar merupakan salah satu media saja. Ada korannya, jaringan distribusinya, dan ada pembacanya.
Inilah koran tradisional, koran yang ada dan dikelola seperti ini sejak umat manusia mengenal koran.

Internet berkembang, teknologi semakin maju. Koran edisi cetak bisa dibaca melalui komputer dalam bentuk kertas elektronik (electronic paper atau epaper).

Sama seperti media cetak (print edition), epaper edition juga punya pembacanya sendiri. Reach (jangkauan) edisi cetak tentulah berbeda dari reach edisi epaper, kendati tentu saja dimungkinkan adanya duplikasi: membaca edisi cetak, juga membaca epaper.

Jenis media ketiga adalah online, TRIBUN-TIMUR.com. Portal berita ini berisi sebagian kecil berita edisi cetak dalam format text maupun images (foto) serta berita terbaru, real time news.

Seperti juga Tribun Timur edisi cetak dan edisi epaper, TRIBUN-TIMUR.com memiliki pembacanya sendiri. Reach-nya sendiri.

Sejak dua tahun terakhir, TRIBUN-TIMUR.com merupakan portal berita nomor satu di Makassar.

Menurut statshow.com, sebanyak 224,490 visitors mengakses TRIBUN-TIMUR.com setiap bulan (monthly visitors). Jumlah halaman yang dibuka (monthly pageviews) mencapai 493,890 halaman. Baik dari jumlah visitors maupun jumlah halaman yang diakses (pageview), TRIBUN-TIMUR.com masih merupakan portal berita terbesar di Makassar.

Tribun Timur Multichannel

Lewat jaringan KOMPAS.com dan TRIBUNnews.com, berita-berita Tribun Timur menjangkau (reach) audiens yang lebih luas lagi. Jaringan Tribun atau Tribun Network menjangkau 17 kota termasuk Jakarta.

Di KG Wire, gudang data Kompas Gramedia, yang diperkuat hampir 700 wartawan di seluruh Indonesia, TRIBUN-TIMUR.com merupakan salah satu penyumbang berita online terbanyak.

Channel (kanal) lain bagi berita Tribun Timur adalah situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Lewat RSS feed, berita-berita TRIBUN-TIMUR.com ter-update secara otomatis di wall Facebook maupun timeline Twitter.

Melalui jaringan Facebook, berita TRIBUN-TIMUR.com terdistribusi ke 25.165 friends atau fans Facebook Page Tribun Timur Berita Online Makassar setiap hari. Lima berita setiap jam.

Jumlah friends atau fans sebanyak itu merupakan friends atau fans akun Facebook koran terbesar di Makassar atau lebih dari tiga kali lipat friends atau fans akun Facebook koran lain.

Di Twitter, followers @tribuntimur adalah 3.504 atau lebih 10 kali lipat dibanding followers akun twitter koran lain.

Tribun Timur mengembangkan apa yang disebut Tribun Timur Breaking News khusus untuk follower di Twitter.  Dengan berbekal maksimal 140 karakter, isi Tribun Timur Breaking News sangat pendek, flash saja. Karakter content seperti ini sangat khas, sulit di edisi online apalagi edisi cetak. Bagaimanapun, @tribuntimur ini memiliki pembacanya sendiri.

Tribun Timur Multiplatform

TRIBUN-TIMUR.com bisa mendistribusikan beritanya melalui BlackBerry sejak tahun lalu. Dengan BlackBerry launcher, TRIBUN-TIMUR.com merupakan koran pertama di Makassar yang masuk ke platform BlackBerry.

Tribun Timur meneruskan kepeloporannya di platform iPhone dan iPad. Pengguna iPhone dan iPad kini bisa menikmati berita-berita terbaru TRIBUN-TIMUR.com.
Khusus pengguna iPad, saat ini sudah bisa menikmati Tribun Timur, baik edisi online (TRIBUN-TIMUR.com) maupun edisi epaper (epaper.tribun-timur.com).

Pertanyaannya adalah apakah dengan membuang-buang berita di kanal dan platform online gratis lalu pembaca edisi cetak turun?

Tegas sekali jawabannya: Tidak. Malah, jumlah readership (pembaca) Tribun Timur menurut survey terakhir dari Nielsen menunjukkan angka naik, sementara koran lainnya turun.

Apa yang kami perkirakan, sejauh ini, benar: Bahwa edisi print dan edisi online berfungsi complementary, saling melengkapi. Jauh dari watak subtitusi, saling membunuh.
Akhirnya, terima kasih atas kepercayaan pembaca. Mohon doa dan dukungan agar Tribun Timur tetap bisa mewujudkan janjinya: Tribun Timur, Selalu yang Pertama.


Pointers
 
Multimedia:
-         Tribun Timur edisi cetak

Multichannel:
-         KOMPAS.com
-         Tribun Network
-         Facebook

Multiplatform:
-         Handphone
-         BlackBerry
-         iPhone
-         iPad





Dahlan Dahi
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...